PT KAI siap buka kembali jalur Madiun-Ponorogo

Madiun (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional VII Madiun, Jatim, siap membuka kembali lintas cabangnya yang melayani jalur Madiun-Ponorogo guna mengatasi kepadatan lalu lintas dari arah Madiun ke Ponorogo dan sebaliknya.

Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop VII Madiun Sugianto di Madiun, Jumat, mengatakan, jalur Madiun-Ponorogo tersebut memiliki panjang 58 kilometer spoor dan telah ditutup sejak 1983. Jalur tersebut pada masa lalu terbentang antara Stasiun Madiun hingga Stasiun Slahung, Ponorogo.

"Pembukaan lintas cabang ini akan menjadi solusi saat kepadatan lalu lintas dari dan ke Madiun serta sebaliknya, meninggi. Pengurangannya bisa mencapai 50 persen. Ini sebuah tawaran dari PT KAI saat kami rapat koordinasi dengan pejabat Pemkot dan Pemkab Madiun beberapa waktu lalu," ujar Sugianto.

Ia mengatakan, memang saat ini belum dilakukan tahapan pembukaan sama sekali. Namun ia memastikan jika PT KAI siap untuk mengaktifkan jalur tersebut. Jalurnya adalah dari Stasiun Besar Madiun menuju Stasiun Sleko, Pagottan, Mlilir, Ponorogo hingga Slahung.

"Jika nantinya jalur Madiun-Ponorogo bisa diaktifkan lagi, maka akan mirip dengan jalur Solo-Wonogiri Jawa Tengah. Jalur tersebut saat ini juga dibuka kembali," kata dia.

Ia menjelaskan, jika jalur itu disetujui untuk dibuka kembali, otomatis sejumlah stasiun yang sudah mati harus dihidupkan lagi. Rel yang sudah tertutup bangunan, juga harus diperbaiki dengan berbagai pembongkaran.

Ia mengatakan, untuk pembongkaran jelas akan membutuhkan biaya yang amat besar. Namun, hal itu menjadi kewajiban pemerintah daerah demi kelancaran lalu lintas di daerah setempat.

"Untuk mewujudkannya harus membahasnya terlebih dahulu dengan tiga pemda yang dilewati jalur, yaitu Pemkot Madiun, Pemkab Madiun, dan Pemkab Ponorogo," katanya.

Terkait banyaknya bangunan semi permanen maupun permanen di atas tanah PT KAI yang sebagian besar tepat di atas rel, Sugianto menyatakan, semua pemilik bangunan itu hanya penyewa saja.

Kepada para penyewa, PT KAI memiliki kontrak yang salah satu klausulnya menyatakan penyewa wajib menyerahkan tanah yang disewa tanpa ganti rugi.

Dia mengatakan, pembukaan kembali jalur kereta api lintas Madiun-Ponorogo akan dilakukan secara serius begitu pihak pemda memberi sinyal positif. Hal itu, katanya, mungkin akan menjadi agenda KAI setelah jalur ganda selesai pada 2014.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Madiun Soekardi ketika diminta menanggapi hal itu terkesan memilih belum berkomentar banyak. Ia mengatakan, persoalan itu masih harus dikaji oleh pihak berwenang lainnya yaitu Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum.
(ANT-072/M029). sumber (21 September2012)


Semoga saja jalur ini dibuka kembali. :D

Apa Itu Spring Framework



Spring merupakan sebuah framework (kerangka kerja) yang digunakan untuk membangun sebuah aplikasi Enterprise. Spring termasuk framework yang lightweight (ringan) untuk mendukung secara penuh dalam pengembangan aplikasi Enterprise siap pakai.

Spring dapat digunakan untuk melakukan pengaturan deklarasi manajemen transaksi, remote access dengan menggunakan RMI atau layanan web lainnya, fasilitas mailing, dan beragam opsi untuk pengaturan data ke database. Spring juga memungkinkan kita menggunakan hanya modul-modul tertentu sehingga kita tidak usah menggunakan semua modul spring dalam aplikasi apabila tidak diperlukan.

Fitur-fitur dari Spring Framework :
  1. Transaction Management : Spring framework menyediakan sebuah layer abstrak yang generik untuk manajemen transaksi, sehingga memudahkan para developer dalam melakukan manajemen transaksi.
  2. JDBC Exception Handling : layer abstrak JDBC menawarkan exception yang bersifat hierarki sehingga memudahkan penanganan error.
  3. Integration with Hibernate, JDO, and iBatis : Spring menawarkan layanan integrasi terbaik dengan Hibernate, JDO dan iBatas.
  4. AOP Framework : Spring merupakan framework AOP Terbaik yang pernah ada.
  5. MVC Framework : Spring hadir dengan framework aplikasi web MVC, yang dibangun di atas inti Spring. Spring merupakan framework yang sangat fleksibel dalam pengaturan strategi interface, dan mengakomodasi beberapa teknologi view seperti JSP, Velocity, Tiles, iText, dan POI.
Arsitektur Spring :
  1. Spring AOP, Salah satu komponen utama Spring adalah AOP Framework, AOP framework digunakan untuk : a) Untuk menyediakan layanan Enterprise, terutama sebagai pengganti EJB. Layanan terpenting dalam layanan ini adalah untuk mendekralitf manajemen transaksi, yang telah disediakan dalam abstraksi spring transaction. b) Untuk memungkinkan pengguna dalam menerapkan AOP dalam penggunaan OOP.
  2. Spring ORM, Spring ORM berhubungan dengan akses database dan menyediakan lapisan layer terintegrasi dengan ORM yang populer termasuk JDO, Hibernate dan iBatis.
  3. Spring Web, Merupakan bagian dari modul pengembangan Web Spring termasuk Spring Web MVC.
  4. Spring DAO, DAO (Data Access Object) mendukung standarisasi akses data yang menggunakan teknologi seperti JDBC, Hibernate dan JDO.
  5. Spring Context, Paket ini didasari pada paket beans untuk menambah dukungan sumber pesan dan untuk pola desain Observer, dan kemampuan untuk mendapatkan sumber daya yang konsisten dengan menggunakan API.
  6. Spring Web MVC, Menyediakan implementasi MVC untuk aplikasi web.
  7. Spring Core, Paket Spring Core ini merupakan komponen paling penting dari Spring Framework.
    Komponen ini menyediakan fitur Dependency Injection. BeanFactory memisahkan dependensi seperti inisialisasi, pembentukan dan akses object dari logika program anda.
Diagram Berikut menggambarkan arsitektur dari Spring :


sumber

VPN Sebagai Remote Access Solution Di Windows Server 2008

Masih berhubungan dengan yang namanya Windows Server 2008, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang konfigurasi VPN (Virtual Private Network) sebagai remote access solution, tentunya di sistem operasi Windows Server 2008. Anda bisa sambil mempraktekkan tutorial yang ada di artikel ini.

Perlu saya ingatkan lagi, saya menjalankan sistem operasi Windows Server 2008 di lingkungan Virtual Machine yakni VMware workstation. Jika anda belum menginstall VMware silakan diinstal.
Baik, langsung saja saya jelaskan.

Terdapat suatu kasus dimana suatu perusahaan telekomunikasi sebut saja bernama Telco corp. ingin mengimplementasikan solusi remote access untuk karyawannya, sehingga mereka dapat terhubung ke jaringan perusahaan saat jauh dari kantor. Telco corp membutuhkan network policy yang mengamanatkan bahwa koneksi VPN akan dienkripsi untuk alasan keamanan.
Departemen IT Telco corp tidak ingin solusi remote access menyebabkan peningkatan dramatis terhadap panggilan yang ditujukan kepada help desk untuk konfigurasi mengenai objek koneksi VPN yang perlu dibuat pada klien komputer.

Untuk langkah awal adalah instalasi network policy dan access services (saya asumsikan anda sudah menjalankan Windows Server 2008 di VMware). Baiklah, kita buka Windows Server nya.
  • Login dengan username dan password anda (apabila pertama kali booting windows server)
  • Install Network Policy dan Access Services dengan cara pilih Server Manager kemudian pilih Add Roles
  • Pilih yang Network Policy dan Access Services
  • Konfigurasikan Windows Server 2008 sebagai VPN Server dengan static ip address (disini saya menggunakan ip 10.0.0.11 untuk windows server)
  • Jika sudah terinstall, pilih close untuk menutup jendela kerja
Instalasi Network Policy & Access Server
Langkah berikutnya adalah konfigurasi VPN server
  • Buka Routing and Remote Access dari Administrative Tools (Klik Start --> Administrative Tools)
  • Pada list pane sebelah kiri, klik kanan nama server dan pilih Configure and Enable Routing and Remote Access.
  • Klik next pada Routing and Remote Access Setup Wizard. Pilih yang custom configuration, klik next.
  • Kemudian cek pada bagian VPN Access, klik next dan finish.
Configure and Enable
Custom Configuration

Langkah selanjutnya adalah konfigurasi Network Policy
  • Buka Network Policy Server (Klik Start --> Admnistrative Tools --> Network Policy Server)
  • Pada list pane, pilih Policies dan klik kanan pada Network Policies dan pilih New.
  • Pada New Network Policy Wizard, Policy Name :  Secure VPN Connection, Type of Network Server : Remote Access Server (VPN-Dial up).
New Network Policy
Specify Network Policy
  • Pada jendela Specify Conditions, klik add. Nantinya akan muncul jendela select condition. Kemudian tambahkan kondisi-kondisi berikut :
    • Tunnel Type : L2TP dan PPTP 
    • Day & Time : Permitted Mon thru Fri 5 am to 11 pm (Waktu yang dapat diijinkan untuk koneksi VPN)
Tunnel Type
Date & Time
    • Authentication Methods : CHAP dan MS-CHAP v2
Authentication Methods


  •  Jika semua kondisi sudah terpenuhi, klik next
Conditions Finish
  •  Pada Specify Access Permission pilih yang Access Granted  klik next.
  •  Pada jendela Configure Authentication Methods, uncek MS-CHAP dan cek MS-CHAP-v2 serta CHAP. Klik next
Configure Authentication Methods
  • Pada Configure Constraints klik next. Configure Setting klik Next
  • Completing New Network Policy --> Finish
Complete
Untuk Konfigurasi Network Policy sudah selesai, selanjutnya konfigurasi Logging.
  • Buka Routing and Remote Access dari Administrative Tools (Start --> Administrative Tools)
  • Pada list pane sebelah kiri, klik kanan nama server dan pilih Properties.
Routing & Remote Access
  • Pada dialog box Properties, pilih tab Logging dan pilih Log all events. Apply dan OK.
Logging
Untuk konfigurasi di Windows Server sudah selesai, sekarang konfigurasi di Windows 7 (dalam hal ini sebagai klien)
  • Pada Windows 7 Klik Network and Sharing Center, klik Set up a new connection or network. Buat koneksi VPN seperti biasa.
Network and Sharing Center
  • Ketika masuk ke Type the Internet address, isikan internet address dengan alamat ip windows server 2008 (10.0.0.11) dan destination name Telco corporation.
Connect VPN
Langkah terakhir adalah, kita coba connect kan VPN nya
  • Isikan username dan password sama ketika login ke windows server (username dan password ketika booting windows server 2008)
  • Apabila sudah connect, maka sudah berhasil dan karyawan Telco Corp dapat terhubung ke jaringan perusahaan saat jauh dari kantor.
Success


Troubleshooting
  • Masalah yang sering muncul biasanya VPN di Windows 7 tidak bisa konek dengan Windows Server. Jika tidak bisa connect, pastikan ip di Vmware Network Adapter VMnet8 (Windows 7) satu subnet dengan ip di windows server 2008.



Itulah sedikit mengenai konfigurasi VPN sebagai solusi remote access di Windows Server 2008. Apabila ada kesalahan mohon maaf, namanya juga belajar. :D

Peringkat Perguruan Tinggi Versi Webometrics Edisi Juli 2012

Peringkat Webometrics edisi Juli 2012 baru saja dirilis Senin 30 Juli 2012. Webometric adalah suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap seluruh universitas terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. Webometric melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20 ribu Perguruan Tinggi diseluruh dunia. Jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan edisi Juli 2012 berjumlah 361 PT atau meningkat dibandingkan edisi Januari sebanyak 352 PT.

Mulai Webometrics Juli 2012, parameter penilaian berubah. Ada empat komponen yang menjadi indikator utama dari penilaian Webometrics ini, yaitu: Presence (20%), Impact (50%), Openness (15%), dan Excellence (15%). Untuk parameter Excellence merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking (tahun 2003-2011) dan di Google Scholar (tahun 2007-2011). Presence adalah jumlah halaman website (html) dan halaman dinamik yang tertangkap oleh mesin pencari (Google), tidak termasuk rich files. Impact merupakan jumlah eksternal link yang unik (jumlah backlink) yang diterima oleh domain web universitas (inlinks) yang tertangkap oleh mesin pencari (Google). Openness merupakan jumlah file dokumen (Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar).

Berikut daftar 10 besar peringkat perguruan tinggi Indonesia berdasarkan Webometrics:
  1. Universitas Gadjah Mada (World rank: 379; ASEAN: 9)
  2. University of Indonesia (507; 15)
  3. Institute of Technology Bandung (568; 18)
  4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (582; 19)
  5. Indonesia University of Education (630; 22)
  6. Gunadarma University (740; 24)
  7. Bogor Agricultural University (764; 25)
  8. Brawijaya University (837; 29)
  9. Universitas Sebelas Maret (883; 30)
  10. Diponegoro University (948; 32)
Informasi selengkapnya dapat diakses melalui http://www.webometrics.info

sumber : dikti.go.id

Remote Access Dial-In User Service (RADIUS)

Selamat Pagi, Siang, Sore , Malem..... :D. Posting pertama di bulan Agustus, setelah dua bulan kgak ngeblog.hehe... Artikel yang akan saya share disini merupakan kelanjutan atau masih berhubungan dengan artikel yang sebelumnya yakni tentang PPTP dan L2TP, jika anda belum baca silakan dibaca biar nambah pengetahuannnya. :)

Pada artikel ini saya akan menshare tentang RADIUS, singkatan dari Remote Access Dial-In User Service. Terdiri dari pengenalan, karakteristik, cara kerja dan contoh implementasi. Mungkin secara singkatnya saja, namun jika anda masih belum mengerti dan paham silakan tanya mbah google saja.hehe...

Pengenalan

Remote Access (pada sebagian literatur Authentication) Dial-In User Service, yang sering disingkat menjadi RADIUS, adalah sebuah protokol keamanan komputer yang digunakan untuk melakukan autentikasi, otorisasi, dan pendaftaran akun pengguna secara terpusat untuk mengakses jaringan. RADIUS didefinisikan didalam RFC 2865 dan RFC 2866, yang pada awalnya digunakan untuk melakukan autentikasi terhadap akses jaringan jarak jauh (remote) dengan menggunakan koneksi dial-up.

RADIUS kini telah diimplementasikan untuk melakukan autentikasi terhadap akses jaringan secara jarak jauh dengan menggunakan koneksi selain dial-up, seperti halnya Virtual Private Networking (VPN), access point nirkabel, switch Ethernet, dan perangkat lainnya.

RADIUS mula-mula dikembangkan oleh perusahan Livingston. Pada awal pengembangannya, RADIUS menggunakan port 1645, yang ternyata bentrok dengan layanan “datametrics”. Sekarang, port yang dipakai RADIUS adalah port 1812. Berikut ini adalah RFC (Request For Comment) yang berhubungan dengan RADIUS:
  • RFC 2865 : Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)
  • RFC 2866 : RADIUS Accounting
  • RFC 2867 : RADIUS Accounting for Tunneling
  • RFC 2868 : RADIUS Authentication for Tunneling
  • RFC 2869 : RADIUS Extensions
  • RFC 3162 : RADIUS over IP6
  • RFC 2548 : Microsoft Vendor-Specific RADIUS Attributes
Karakteristik

Beberapa karakteristik dari RADIUS adalah sebagai berikut:
  • Berbasis UDP Protocol
  • Bisa ditempatkan dimana saja di internet dan dapat membuat autentikasi (PPP, PAP, CHAP, MS-CHAP, EAP) antara Network Access Server (NAS) dan server itu sendiri
  • RADIUS menggunakan Remote Access Server (RAS) Secure ID untuk membuat autentikasi yang kuat dalam pengontrolan akses
Struktur paket data RADIUS bisa digambarkan sebagai berikut:

Paket Data RADIUS

Code, memiliki panjang satu oktet dan digunakan untuk membedakan tipe pesan RADIUS yang dikirimkan pada paket. Kode-kode tersebut (dalam desimal) antara lain:
1. Access-Request
2. Access-Accept
3. Access-Reject
4. Accounting-Request
5.Accounting-Response
11.Access-Challenge
12. Status-Server
13. Status-Client
255. Reserved


Identifier, Memiliki panjang satu oktet dan bertujuan untuk mencocokkan permintaan.

Length, Memiliki panjang dua oktet, memberikan informasi mengenai panjang paket.

Authenticator, Memiliki panjang 16 oktet, digunakan untuk membuktikan balasan dari RADIUS server, selain itu digunakan juga untuk algoritma password.

Attributes, Berisikan informasi yang dibawa pesan RADIUS. Setiap pesan dapat
membawa satu atau lebih atribut. Contoh atribut RADIUS: nama pengguna, password, CHAP-password, alamat IP access point (AP), pesan balasan.


Cara Kerja


RADIUS menggunakan konsep AAA (Authentication, Authorization, Accounting). Konsep tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Aliran Data Pada RADIUS
  • Access Reject
    User ditolak aksesnya ke semua sumberdaya dalam jaringan. Penyebabnya bisa termasuk kegagalah untuk menyediakan indentifikasi yang tepat atau nama akun yang salah/tidak aktif
  • Access Challenge
    Permintaan informasi tambahan dari user, seperti password alteernatif, PIN, token atau kartu.
  • Access Accept
    User diberikan akses masuk. Begitu User ter-autentifikasi, server RADIUS akan sering mengecek agar User hanya menggunakan sumberdaya sesuai dengan yang diminta. Misalnya User hanya boleh mengakses fasilitas hotspot, dan tidak untuk menggunakan printer. Informasi tentang User dalam database bisa disimpan secara lokal dalam server RADIUS atau disimpan dalam tempat penyimpanan eksternal seperti LDAP atau Active Directory
Proses Authentication
    Proses autentikasi diperlukan ketika Anda mempunyai kebutuhan untuk membatasi siapa saja yang diperbolehkan masuk ke dalam jaringan remote access milik Anda. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengguna yang ingin mengakses sebuah jaringan secara remote harus diidentifikasi terlebih dahulu. Pengguna yang ingin masuk ke dalam jaringan pribadi tersebut perlu diketahui terlebih dahulu sebelum bebas mengakses jaringan tersebut. Pengenalan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengguna tersebut berhak atau tidak untuk mengakses jaringan.
    Analoginya sederhananya adalah seperti rumah Anda. Apabila ada orang yang ingin berkunjung ke rumah Anda, kali pertama yang akan dilakukan oleh pemilik rumahnya adalah mengidentifikasi siapa yang ingin datang dan masuk ke dalamnya. Jika Anda tidak mengenal orang tersebut, bisa saja Anda tolak permintaannya untuk masuk ke rumah Anda. Namun jika sudah dikenal, maka Anda mungkin akan langsung mempersilakannya masuk. Demikian juga dengan apa yang dilakukan oleh perangkat remote access terhadap pengguna yang ingin bergabung ke dalam jaringan di belakangnya.
    Pada umumnya, perangkat remote access telah dilengkapi dengan sebuah daftar yang berisikan siapa-siapa saja yang berhak masuk ke jaringan di belakangnya. Metode yang paling umum digunakan untuk mengenali pengakses jaringan adalah dialog Login dan Password. Metode ini juga didukung oleh banyak komponen lainnya, seperti metode challenge dan response, messaging support, dan enkripsi, tergantung pada protokol sekuriti apa yang Anda gunakan.
Proses Authorization
    Proses authorization merupakan langkah selanjutnya setelah proses autentikasi berhasil. Ketika pengguna yang ingin mengakses jaringan Anda telah dikenali dan termasuk dalam daftar yang diperbolehkan membuka akses, langkah berikutnya Anda harus memberikan batasan hak-hak apa saja yang akan diterima oleh pengguna tersebut.
    Analogi dari proses ini dapat dimisalkan seperti peraturan-peraturan yang tertempel di dinding-dinding rumah Anda. Isi dari peraturan tersebut biasanya akan membatasi para pengunjung agar mereka tidak dapat dengan bebas berkeliling rumah Anda. Tentu ada bagian yang privasi di rumah Anda, bukan? Misalnya setiap pengunjung rumah Anda tidak diperbolehkan masuk ke ruang kerja Anda. Atau setiap pengunjung harus membuka alas kakinya ketika memasuki ruangan ibadah di rumah Anda. Atau setiap pengunjung hanya diperbolehkan masuk sampai teras rumah.
    Semua itu merupakan peraturan yang dapat dengan bebas Anda buat di rumah Anda. Begitu juga dengan apa yang terjadi pada proses pengamanan jaringan remote access Anda. Perlu sekali adanya batasan untuk para pengguna jaringan remote karena Anda tidak akan pernah tahu siapa yang ingin masuk ke dalam jaringan Anda tersebut, meskipun telah teridentifikasi dengan benar. Bisa saja orang lain yang tidak berhak menggunakan username dan password yang bukan miliknya untuk mendapatkan akses ke jaringan Anda.
    Bagaimana untuk membatasi masing-masing pengguna tersebut? Banyak sekali metode untuk melakukan pembatasan ini, namun yang paling umum digunakan adalah dengan menggunakan seperangkat atribut khusus yang dirangkai-rangkai untuk menghasilkan policy tentang hak-hak apa saja yang dapat dilakukan si pengguna. Atribut-atribut ini kemudian dibandingkan dengan apa yang dicatat di dalam database.
    Setelah dibandingkan dengan informasi yang ada di database, hasilnya akan dikembalikan lagi kepada fasilitas AAA yang berjalan pada perangkat tersebut. Berdasarkan hasil ini, perangkat remote access akan memberikan apa yang menjadi hak dari si pengguna tersebut. Apa saja yang bisa dilakukannya dan apa saja yang dilarang sudah berlaku dalam tahap ini.
    Database yang berfungsi untuk menampung semua informasi ini dapat dibuat secara lokal di dalam perangkat remote access atau router maupun dalam perangkat khusus yang biasanya disebut dengan istilah server sekuriti. Di dalam server sekuriti ini biasanya tidak hanya informasi profil penggunanya saja yang ditampung, protokol sekuriti juga harus berjalan di sini untuk dapat melayani permintaan informasi profil dari perangkat-perangkat yang berperan sebagai kliennya. Pada perangkat inilah nantinya attribute-value (AV) dari pengguna yang ingin bergabung diterima dan diproses untuk kemudian dikembalikan lagi menjadi sebuah peraturan oleh fasilitas AAA tersebut.
    Metode authorization biasanya dilakukan dalam banyak cara. Bisa dilakukan dengan cara one-time authorization yang memberikan seluruh hak dari si pengguna hanya dengan satu kali proses authorization. Atau bisa juga dilakukan per service authorization yang membuat pengguna harus diotorisasi berkali-kali ketika ingin menggunakan layanan tertentu. Authorization juga bisa dibuat per pengguna berdasarkan daftar yang ada di server sekuriti, atau kalau protokolnya mendukung otorisasi bisa diberlakukan per group pengguna. Selain itu, jika keamanan server memungkinkan, Anda dapat memberlakukan aturan-aturan otorisasi berdasarkan sistem pengalamatan IP, IPX, dan banyak lagi
Proses Accounting
    Proses accounting dalam layanan koneksi remote access amat sangat penting, apalagi jika Anda membuat jaringan ini untuk kepentingan komersial. Dalam proses accounting ini, perangkat remote access atau server sekuriti akan mengumpulkan informasi seputar berapa lama si pengguna sudah terkoneksi, billing time (waktu start dan waktu stop) yang telah dilaluinya selama pemakaian, sampai berapa besar data yang sudah dilewatkan dalam transaksi komunikasi tersebut. Data dan informasi ini akan berguna sekali untuk pengguna maupun administratornya. Biasanya informasi ini akan digunakan dalam melakukan proses auditing, membuat laporan pemakaian, penganalisisan karakteristik jaringan, pembuatan billing tagihan, dan banyak lagi. Fasilitas accounting pada jaringan remote access umumnya juga memungkinkan Anda untuk melakukan monitoring terhadap layanan apa saja yang digunakan oleh pengguna. Dengan demikian, fasilitas accounting dapat mengetahui seberapa besar resource jaringan yang Anda gunakan. Ketika fasilitas AAA diaktifkan pada sebuah perangkat jaringan remote access, perangkat tersebut akan melaporkan setiap transaksi tersebut ke keamanan server. Tergantung pada protokol sekuriti apa yang Anda gunakan, maka cara melaporkannya pun berbeda-beda. Setiap record accounting akan mempengaruhi nilai-nilai atribut dari proses AAA yang lain seperti authentication dan authorization. Semua informasi yang saling terkait ini kemudian disimpan di dalam database server sekuriti atau jika memang diperlukan, kumpulan informasi ini dapat disimpan di server khusus tersendiri. Biasanya server khusus billing diperlukan jika penggunanya sudah berjumlah sangat banyak. Berikut ini adalah contoh cara kerja RADIUS:
    1. Sebuah Wireless Node (WN) / Supplicant dengan alamat IP 192.168.10.30 dan IP yang telah terdaftar dalam pemfilteran MAC ADDRESS meminta akses ke wireless network atau Access Point (AP).

    2. Access Point (AP) akan menanyakan identitas Supplicant. Tidak ada trafik data selain Client yang diperbolehkan sebelum Supplicant terautentikasi. Dalam hal ini, Access point bukanlah sebuah autentikator, tetapi access point berisi autentikator.

    3. Setelah nama-pengguna dan password dikirim, proses autentikasi dimulai. Autentikator mengenkapsulasi kembali pesan ke dalam format RADIUS, dan mengirimnya ke RADIUS server. Selama proses autentikasi, autentikator hanya menyampaikan paket antara Supplicant dan RADIUS server. Setelah proses autentikasi selesai, RADIUS server mengirimkan pesan sukses (atau gagal, apabila proses autentikasinya gagal.) Apabila proses autentikasi sukses, Supplicant diperbolehkan untuk mengakses wireless LAN dan/atau internet.

    4. Jika nama Supplicant tidak terautentifikasi, maka radius server akan mengirim pesan gagal. Dan proses authentifikasi tidak berjalan atau gagal.
Contoh Implementasi

RADIUS umumnya digunakan oleh ISP (Internet Service Provider) atau penyedia layanan internet untuk melakukan Authentication (pembuktian keaslian pengguna), Authorize (mengatur pemberian hak/otoritas) dan Accounting (mencatat penggunaan layanan yang digunakan).

RADIUS menjalankan sistem administrasi pengguna yang terpusat. Sistem ini akan mempermudah tugas administrator. Dapat kita bayangkan berapa banyak jumlah pelanggan yang dimiliki oleh sebuah ISP, dan ditambah lagi dengan penambahan pelanggan baru dan penghapusan pelanggan yang sudah tidak berlangganan lagi.

Apabila tidak ada suatu sistem administrasi yang terpusat, maka akan merepotkan administrator dan tidak menutup kemungkinan ISP akan merugi atau pendapatannya berkurang.

Dengan sistem ini pengguna dapat menggunakan hotspot di tempat yang berbeda-beda dengan melakukan autentikasi ke sebuah RADIUS server.

Konfigurasi DHCP di Windows Server 2008

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan Windows Server 2008 di posting sebelumnya. Kali ini saya akan sharing tentang konfigurasi DHCP di Windows Server 2008. Bagaimana caranya? Ok, langsung saja ikuti langkah-langkah dibawah ini.

O iya, sebelumnya perlu saya kasih tau kalau saya memakai Virtual Machine (VMware). Jadi nantinya, yang bertindak sebagai server adalah sistem operasi yang berada di dalam VMware dalam hal ini Windows Server 2008 dan yang bertindak sebagai klien adalah Windows 7 (laptop saya pake OS Windows 7).

Langkah-langkah
  1. Perlu diingat untuk server adalah Windows Server 2008 (Vmware), sedangkan untuk client digunakan Windows 7
  2. Disini saya Alokasikan IP Address di 10.0.0.0/24 dimana :
    1. 10.0.0.1 untuk Router/Default Gateway
    2. 10.0.0.10 untuk DNS Server
    3. 10.0.0.2 – 10.0.0.254 untuk address pool/scope
    4. 10.0.0.10 – 10.0.0.20 untuk exclusive (exclusive disini berarti ip tersebut tidak diberikan kepada klien)
  3. Pada Windows 7 (klien) buka VMnet8 di Open Network and Sharing Center dan pilih Obtain an IP address automatically. VMnet8 merupakan network adapter yang menghubungkan sistem operasi di luar VMware dengan sistem operasi di dalam VMware melalu setting NAT (Network Address Translation) di VMware nya. O iya jangan lupa untuk mematikan/stop VMware DHCP Services
  4. Beralih ke Windows Server 2008 di VMware. Sebelumnya pastikan Network Adapter di VMware adalah NAT. Kemudian setting IP address Windows Server dengan 10.0.0.11 subnet 255.255.255.0
  5. Berikutnya adalah install DHCP di Windows Server. Klik start --> Server Manager --> Add Roles. Centang DHCP Server --> Next terus --> Isi parent domain misal dengan telco.com --> next terus --> Pilih disable DHCPv6 --> install
  6. Setelah terinstall klik start --> Administrative Tools --> DHCP. Kemudian klik kanan pada IPv4, pilih new scope. Isikan scope name misal dengan scope1, dan description LAN1. Sekedar mengingatkan, jangan malas untuk membaca informasi yang terdapat pada wizard atau jendela yang sedang ditampilkan. Dengan membaca informasi tersebut anda akan mengerti apa yang dimaksud dengan scope tersebut.
  7. Pada jendela IP Address Range. Masukkan Start Ip add 10.0.0.2 dan End IP add 10.0.0.254 dengan subnet mask 255.255.255.0/24
  8. Pada jendela Add Exclusion. Masukkan Start IP add 10.0.0.10 dan End IP add 10.0.0.20 (seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa ip exclusion ini tidak didistribusikan ke client, namun digunakan di dalam lingkup server sendiri). Jika sudah klik add
  9. Pada jendela Lease Duration pilih default saja yaitu 8 hari. Lease duration adalah berapa lama klien dapat menggunakan IP Address dari scope. Apabila sudah habis masa berlakunya yakni 8 hari, maka klien dapat IP baru dari server. Kemudian klik next --> pilih Yes, I want to...
  10. Pada jendela Router Gateway, isikan alamat 10.0.0.1
  11. Pada jendela Domain Name and DNS Server. Isikan parent domain dengan telco.com dan DNS isi salah satu saja di IP Addressnya dengan 10.0.0.10. Kemudian klik next
  12. Pada jendela WINS Server kosongkan saja dan klik next. Kemudian pada jendela Actice Scope pilih Yes, I want to... dan klik next lalu Finish
  13. Beralih ke Windows 7 (klien). Cek di VMnet8, jika mendapat IP 10.0.0.x berarti sudah berhasil. Apabila IP nya masih 192.168.x.x atau masih ip lama, coba disable VMnet8 kemudian enable lagi.
    Dan klien pun sudah dapat alamat IP dari server. ^.^

Tiga Protokol WAN yang Seharusnya Anda Tahu: HDLC, PPP and Frame Relay

Jika saya tanya kepada orang yang sudah bekerja sebagai karyawan, "Perusahaan anda terhubung ke internet kan?" (semua orang pasti menganggukan kepala sebagai isyarat jawaban iya). Jadi protokol WAN (Wide Area Network) apa yang anda gunakan untuk terhubung ke internet?. Kemungkinannya adalah, bahwa jika Anda memiliki leased line T1 ke Internet atau jaringan pribadi antar lokasi, anda menggunakan salah satu dari tiga Protokol WAN berikut: HDLC, PPP, atau Frame-relay.
Baiklah saya akan sharing dan membahas perbedaan dan persamaan dari protokol ini. Apabila ada saran atau tambahan dapat komen di post ini, namanya juga manusia pasti ada yang kurang... :)

Apa itu HDLC?

HDLC singkatan dari High-Level Data Link Control. Seperti dua protokol WAN lainnya yang disebutkan dalam postingan kali ini, HDLC adalah protokol layer 2. HDLC merupakan protokol sederhana yang digunakan untuk menghubungkan point ke point perangkat serial. Misalnya, anda memiliki point to point leased line yang menghubungkan dua lokasi, di dua kota yang berbeda. HDLC akan menjadi protokol dengan paling sedikit konfigurasi yang diperlukan untuk menghubungkan dua lokasi. HDLC akan berjalan di atas WAN, antara dua lokasi. Setiap router akan de-encapsulating HDLC dan di drop-off di LAN.


HDLC melakukan error correction, seperti halnya Ethernet. HDLC Versi Cisco sebenarnya eksklusif karena menambahkan Tipe protokol. Dengan demikian, Cisco HDLC hanya dapat bekerja dengan perangkat Cisco lainnya, tidak pada perangkat lain.

HDLC sebenarnya adalah protokol default pada semua interface serial Cisco. Jika anda melakukan show running-config pada router Cisco, interface serial anda (secara default) tidak akan memiliki enkapsulasi apapun. Hal ini karena mereka dikonfigurasi untuk default HDLC. Jika anda melakukan show interface serial 0/0, anda akan melihat bahwa anda sedang menjalankan HDLC. Berikut ini contohnya:


Apa itu PPP?

Anda mungkin pernah mendengar dari Point to Point Protocol (PPP) karena hampir sebagian besar PPP digunakan untuk setiap koneksi dial up ke Internet. PPP didokumentasikan dalam RFC 1661. PPP didasarkan pada HDLC dan sangat mirip. Keduanya bekerja dengan sangat baik untuk menghubungkan point to point leased line.

Perbedaan antara PPP dan HDLC adalah:
  1. PPP tidak eksklusif bila digunakan pada router Cisco
  2. PPP memiliki beberapa sub-protokol yang membuatnya berfungsi
  3. PPP mempunyai banyak fitur
Karena PPP memiliki begitu banyak fitur jaringan dial-up, PPP telah menjadi protokol jaringan dial up paling populer yang digunakan saat ini. Berikut adalah beberapa fitur jaringan dial-up yang ditawarkan:
  1. Kualitas Link quality management monitors dari link dial-up dan berapa banyak kesalahan yang telah diambil. Hal ini dapat membuat link menjadi down jika link tersebut menerima terlalu banyak kesalahan (errors).
  2. Multilink dapat menampilkan beberapa link PPP dial-up dan membatasinya agar menjadi satu fungsi.
  3. Otentikasi didukung dengan PAP dan CHAP. Protokol ini mengambil username dan password untuk memastikan bahwa anda diijinkan akses ke jaringan yang anda dial.
Untuk beralih dari HDLC ke PPP, pada router Cisco, gunakan perintah encapsulation ppp, seperti ini:
Setelah mengubah enkapsulasi ke ppp, saya mengetik ppp ? untuk melihat opsi-opsi PPP tersedia. Ada banyak pilihan PPP bila dibandingkan dengan HDLC. Daftar opsi PPP di layar hanya sebagian daftar dari apa yang tersedia. Apa itu Frame-Relay? Frame Relay adalah protokol layer 2 dan umumnya dikenal sebagai layanan dari carriers. Misalnya, orang akan berkata "Aku memerintahkan sirkuit frame-relay". Frame relay menciptakan jaringan pribadi melalui jaringan carrier. Hal ini dilakukan dengan sirkuit virtual permanen (PVC). Sebuah PVC adalah koneksi dari satu situs, untuk situs lain, melalui jaringan carrier. Rangkaian frame-relay dilakukan dengan memesan T1 atau pecahan T1 dari carrier. Selain itu, anda memesan sebuah port frame-relay, yang cocok dengan ukuran dari sirkuit yang anda pesan. Akhirnya, anda memesan PVC yang menghubungkan port frame relay anda ke port anda di dalam jaringan. Manfaat untuk frame-relay adalah:
  1. Kemampuan untuk memiliki sirkuit tunggal yang terhubung ke "frame relay cloud" dan mendapatkan akses ke semua situs (selama anda memiliki PVC). Karena jumlah lokasi yang terus tumbuh, anda akan menghemat lebih banyak uang, karena anda tidak memerlukan sirkuit sebanyak yang anda lakukan jika Anda mencoba untuk mengaitkan jaringan anda secara penuh dengan point to point leased line.
  2. Peningkatan pemulihan bencana, karena semua yang harus anda lakukan adalah memesan sirkuit tunggal ke cloud dan PVC. PVC untuk mendapatkan akses ke semua situs remote.
  3. Dengan menggunakan PVC, anda dapat merancang WAN Anda sesuai dengan keinginan. Artinya, anda menentukan situs apa yang memiliki koneksi langsung ke situs lain dan anda hanya membayar biaya bulanan PVC yang kecil untuk setiap koneksi.
Beberapa istilah lain yang harus anda ketahui tentang frame relay adalah:
  1. LMI = antarmuka lokal manajemen. LMI adalah protokol manajemen frame relay. LMI dikirim antara switch frame relay dan router untuk mengkomunikasikan apa yang DLCI sediakan dan jika ada kemacetan dalam jaringan.
    Some other terms you should know, concerning frame relay are:
  2. DLCI = Data Link Connection Identifier. Ini adalah nomor yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap PVC dalam jaringan frame relay.
  3. CIR = Committed Information Rate atau tingkat komitmen informasi. CIR adalah jumlah bandwidth yang anda bayarkan untuk menjamin Anda akan menerima setiap PVC. Umumnya anda memiliki lebih sedikit CIR daripada anda miliki kecepatan port. Anda dapat, tentu saja, melebihkan CIR anda di atas untuk kecepatan port anda, tetapi trafik ditandai DE.
  4. DE = Discard Eligible. Trafik ditandai DE (yang berada di atas CIR anda) bisa dibuang oleh jaringan frame-relay jika ada kemacetan.
  5. FECN & BECN = Forward Cxplicit Congestion Notification & Backward Explicit Congestion Notification, adalah bit-bit di dalam paket LMI untuk mengingatkan perangkat frame-relay yang terdapat kemacetan dalam jaringan.

Kesimpulan akhir dari postingan ini adalah saya membahas tentang tiga protokol WAN yang berbeda, dan bahwa setiap administrator jaringan harus familiar dengan ketiganya. HDLC akan menjadi protokol yang paling umum digunakan untuk terhubung ke Internet tetapi tiga protokol WAN yang ditawarkan oleh operator, seperti enkapsulasi mungkin juga digunakan untuk terhubung ke Internet.

Windows Server 2008

Sekedar mengisi waktu luang dari kegiatan, saya akan sharing tentang Windows Server 2008. Hitung-hitung juga ngisiin blog atau update blog.hehe...
Pertama kenal yang namanya Windows Server itu sudah sejak sekolah SMA, namun baru ngoprek setelah kuliah :), nggak apa-apa lah ya... yang penting pernah belajar, daripada nggak.hehe...

Untuk kedepannya saya akan sharing tentang Windows Server di bagian Network Infrastructure Configuration seperti konfigurasi DNS dan DHCP, konfigurasi VPN sebagai Remote Access Solution dan konfigurasi Active Directory. Namun secara bertahap saya akan memposting tata cara konfigurasinya kepada anda.

Sebelumnya kenapa saya pakai Windows Server 2008, karena versi terakhir yang sedang digunakan adalah yang versi 2008. Tapi tidak beda jauh konfigurasinya dengan versi sebelumnya yakni versi 2000 dan 2003, namun mempunyai keunggulan yang lebih baik dari versi sebelumnya.

Sekedar pengetahuan saja Windows Server 2008, adalah sebuah versi baru Windows Server, yang dirilis pada tanggal 27 Februari 2008. Pada saat pengembangannya, Windows Server memiliki nama kode “Windows Server Codenamed Longhorn.” Windows Server 2008 dibangun di atas beberapa keunggulan teknologi dan keamanan yang pada awalnya diperkenalkan dengan Windows Vista, dan ditujukan agar bisa lebih modular secara signifikan, ketimbang pendahulunya, Windows Server 2003.

Windows Server 2008 dikembangkan dari Windows Server 2003 R2 yang sudah terbukti cukup andal dan aman, untuk membantu meringankan tekanan tersebut, dengan mengotomatisasikan tugas pengelolaan harian, memperketat pengamanan, meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem. Feature utama yang menjadi keunggulan Windows Server 2008 ini adalah penyederhanaan tugas administrasi, karena riset internal Microsoft, sekitar 70 persen anggaran belanja TI dihabiskan untuk tugas pengelolaan harian.

Para Administrator IT dalam menggunakan Windows Server 2008 diberi dua pilihan dalam mengelola server yaitu dengan mode GUI dan mode CLI (Command Line Interface). Mode GUI adalah mode berbasis window yang biasa ada di sistem operasi Windows sedangkan mode CLI adalah mode berbasis teks/DOS Prompt. Dengan menggunakan CLI, resource yang diperlukan oleh server akan kecil sekali. Dengan mode GUI pun, resource yang terpakai pun tidaklah terlalu besar karena Windows Server 2008 menggunakan GUI yang minimalis, mungkin mirip dengan GUI Windows 95.
Untuk mengetahui feature-feature lain Windows Server 2008 kunjungi website resmi Microsoft. :D

Kelebihan windows server 2008 adalah:
  1. Windows Server 2008 dapat beroperasi tanpa tampilan grafis atau graphical user interface (GUI) dengan adanya teknologi powershell
  2. Pengguna dapat memilih fungsi-fungsi yang dibutuhkannya saja atau menambah fungsi lainnya jika membutuhkan sewaktu-waktu tanpa melakukan instalasi ulang
  3. Kemampuan virtualisasi bahkan embedded (menyatu) dengan Windows Server 2008.
  4. Windows Server 2008 mampu mengatur besar bandwidth yang dapat dipakai setiap aplikasi maupun komputer yag terhubung ke jaringan.
  5. Windows Server 2008 juga sanggup mengontrol keamanan jaringan dengan fitur Network Access Protection.
  6. Server juga dapat mengatur setiap akses identitas ke jaringan agar aman dan praktis dengan adanya fitur read only domain controller.
  7. Melalui powershell, administrator tetap dapat memantau komputer di jaringan dari jarak jauh.
  8. Lebih aman dalam mengendalikan laju informasi.
  9. Peningkatan Kapasitas Server untuk melayani lebih Simultan Koneksinnya.
  10. Driver disk yang fault toleran yang mendukung disk mirroring dan disk stripping dengan parity (RAID 1 dan RAID 5).
  11. Bebas dari Kode 16 Bit milik MS-Dos,mendukung operasi 32 bit dan semua Fitur yang ditawarkan oleh Microprosesor 32 bit seperti dapat mengamati memori hingga 4 Gb dan Terproteksi.
  12. Di Desain agar kompatibel dengan Sistem Operasi terdahulu seperti MS-Dos,IBM OS/2.
  13. Peningkatan kemampuan layanan server TCP/IP seperti DHCP,WNS dan DNS.
  14. Tool untuk mengintegrasikan Netware dan memonitoring Jaringan.
  15. Model keamanan berbasis Domain penuh.
  16. Terdapat Layanan untuk Macintosh.
  17. Bisa Membooting jarak jauh untuk client.
  18. Terintegrasi Paket Back Office.
  19. Terdapat Network Client Administrator.
  20. Fitur pengendalian yang lebih baik (more control). Yaitu fitur yang dapat membuat perusahaan memegang kontrol yang lebih terhadap server mereka.
Kekurangan Windows Server 2008:
  1. Browser yang digunakan sebagai sistem dasar pada sistem perangkat bantu administrasi banyak menggunakan Javascript dan Active X, ternyata mengakibatkan proses sangat lambat. Hal yang sama dengan PC yang menggunakan processor 300 MHz AMD dan 128 MB SDRAM serta 100 MHz Bus tidak bisa diharapkan bekerja dengan lancar seperti yang diharapkan.
  2. Pengubahan konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan berhasil. Hal ini berlaku untuk nilai default, Format file Log yang bersifat propritary dan juga pilihan default-indeks, yang kesemuanya secara standar selalu harus disimpan pada drive C. Administrator dalam hal ini harus melakukan pekerjaan yang tak perlu, hingga sistem keseluruhan berjalan sebagaimana mestinya, sebelum dapat melakukan perubahan.
  3. Dokumentasi online, yang praktis tidak diperlukan, ketika sistem keamanan tertinggi Active X telah dipilih menyebabkan strategi keamanan yang kurang baik pada IIS.
  4. Dibutuhkan pengubahan konfigurasi yang sangat kompleks untuk ISS Server, yang dapat dikatakan sangat sulit dan merepotkan sekali. Dari pihak administrator berpendapat kegiatan perubahan file Registry adalah pekerjaan yang relatif berat untuk sistem yang menggunakan Windows NT sebagai sistem operasinya.

dikutip dengan sedikit perubahan dari : http://arietama.blogspot.com/2010/05/perbedaan-windows-server-2008-dan.html

O iya, selama mengelola Windows Server 2008 saya menggunakan mode GUI dan saya lakukan di VMware. Karena dengan melakukan di VMware, menurut saya resiko hardware rusak lebih kecil. :D

Layer Two Tunneling Protocol (L2TP)

Pengenalan

L2TP adalah protokol tunneling yang memadukan dua buah protokol tunneling, yaitu L2F (Layer 2 Forwarding) milik Cisco dan PPTP milik Microsoft (Gupta, 2003). Pada awalnya, semua produk Cisco menggunakan L2F untuk mengurus tunneling-nya, sedangkan operating system Microsoft yang terdahulu hanya menggunakan PPTP untuk melayani penggunanya yang ingin bermain dengan tunnel. Namun saat ini, Microsoft Windows NT/2000 telah dapat menggunakan PPTP atau L2TP dalam teknologi VPN-nya. Seperti PPTP, L2TP juga mendukung protokol-protokol non-IP. Protokol L2TP lebih banyak digunakan pada VPN non-internet (frame relay, ATM, dsb).

L2TP biasanya digunakan dalam membuat Virtual Private Dial Network (VPDN) yang dapat bekerja membawa semua jenis protokol komunikasi di dalamnya. L2TP memungkinkan penggunanya untuk tetap dapat terkoneksi dengan jaringan lokal milik mereka dengan policy keamanan yang sama dan dari manapun mereka berada, melalui koneksi VPN atau VPDN. Koneksi ini sering kali dianggap sebagai sarana memperpanjang jaringan lokal milik penggunanya, namun melalui media publik.

Namun, teknologi tunneling ini tidak memiliki mekanisme untuk menyediakan fasilitas enkripsi karena memang benar-benar murni hanya membentuk jaringan tunnel. Fasilitas enkripsi disediakan oleh protokol enkripsi yang lewat di dalam tunnel. Selain itu, apa yang lalu-lalang di dalam tunnel ini dapat ditangkap dan dimonitor dengan menggunakan protocol analizer.

Versi terbaru dari protocol L2TP dirilis pada tahun 2005 dengan nama standar L2TPv3 (RFC 3931). L2TPv3 menyediakan tambahan fitur keamanan dan pengembangan teknik enkapsulasi.

Perangkat Dasar L2TP:
  1. Remote Client

    Suatu end system atau router pada jaringan remote access (misalnya dial-up client).

  2. L2TP Access Concentrator (LAC)
    1. Sistem yang berada disalah satu ujung tunnel L2TP dan merupakan peer ke LNS
    2. Berada pada sisi remote client/ ISP
    3. Sebagai pemrakarsa incoming call dan penerima outgoing call
  3. L2TP Network Server (LNS)
    1. Sistem yang berada disalah satu ujung tunnel L2TP dan merupakan peer ke LAC
    2. Berada pada sisi jaringan korporat
    3. Sebagai pemrakarsa outgoing call dan penerima incoming call
  4. Network Access Server (NAS)

    NAS dapat berlaku seperti LAC atau LNS atau kedua-duanya.


Terdapat dua model tunnel L2TP yang dikenal, yaitu compulsory dan voluntary. Perbedaan utama keduanya terletak pada endpoint tunnel-nya. Pada compulsory tunnel, ujung tunnel berada pada ISP. Sedangkan pada voluntary, ujung tunnel berada pada client remote.


  1. Model Compulsory L2TP


    1. Remote client memulai koneksi PPP ke LAC melalui PSTN. Pada gambar diatas LAC berada di ISP.
    2. ISP menerima koneksi tersebut dan link PPP ditetapkan.ISP melakukan partial authentication (pengesahan parsial) untuk mempelajari username.
    3. Database map user untuk layanan-layanan dan endpoint tunnel LNS, dipelihara oleh ISP.
    4. LAC kemudian menginisiasi tunnel L2TP ke LNS.
    5. Jika LNS menerima koneksi, LAC kemudian mengencapsulasi PPP dengan L2TP, dan meneruskannya melalui tunnel yang tepat.
    6. LNS menerima frame-frame tersebut, kemudian melepaskan L2TP, dan memprosesnya sebagai frame incoming PPP biasa.
    7. LNS kemudian menggunakan pengesahan PPP untuk memvalidasi user dan kemudian menetapkan alamat IP.
  2. Model Voluntary L2TP

    1. Remote client mempunyai koneksi pre-established ke ISP. Remote Client befungsi juga sebagai LAC. Dalam hal ini, host berisi software client LAC mempunyai suatu koneksi ke jaringan publik (internet) melalui ISP.
    2. Client L2TP (LAC) menginisiasi tunnel L2TP ke LNS.
    3. Jika LNS menerima koneksi, LAC kemudian meng-enkapsulasi PPP dengan L2TP, dan meneruskannya melalui tunnel.
    4. LNS menerima frame-frame tersebut, kemudian melepaskan L2TP, dan memprosesnya sebagai frame incoming PPP biasa.
    5. LNS kemudian menggunakan pengesahan PPP untuk memvalidasi user dan kemudian menetapkan alamat IP.

Karakteristik

Beberapa karakteristik dari L2TP:
  1. L2TP bersifat media independen karena dapat bekerja di atas media apapun
  2. L2TP sering disebut sebagai protokol dial-up virtual, karena L2TP memperluas suatu session PPP (Point-to-Point Protocol) dial-up melalui jaringan internet publik
  3. Seluruh paket data L2TP, termasuk penambahan payload dan L2TP Header, dikirim dalam bentuk UDP datagram
  4. L2TP membungkus frame PPP untuk dikirim lewat Jaringan IP, X.25, Frame Relay atau ATM
  5. Biasanya dikombinasikan dengan IPSec (sebagai fasilitas enkripsinya) yang dikenal sebagai L2TP/IPSec (RFC 3193 & 2661)
  6. Dua titik Tunnel L2TP disebut LAC (L2TP Access Concentrator) dan LNS (L2TP Network Server)
  7. Pada saat tunnel sudah terbuat, trafik di jaringan baru melakukan koneksi
  8. LAC / LNS melakukan session pada saat koneksi terjadi, trafik antar session ini dibatasi oleh L2TP
Struktur paket data yang dikirim melalui L2TP dapat digambarkan sebagai berikut:



Cara Kerja

Komponen-komponen pada tunnel, yaitu :
  1. Control channel, fungsinya antara lain:
    1. Setup (membangun) dan teardown (merombak) tunnel
    2. Create (menciptakan) dan teardown (merombak) payload (muatan) calls
      dalam tunnel
  2. Sessions (data channel) untuk delivery data :
    1. Layanan delivery payload
    2. Paket PPP yang di-encapsulasi dikirim pada sessions

Ada 2 langkah untuk membentuk tunnel untuk session PPP pada L2TP :
  1. Pembentukan koneksi kontrol untuk suatu tunnel
    Sebelum incoming atau outgoing call dimulai, tunnel dan koneski kontrol harus terbentuk.
  2. Pembentukan session yang dipicu oleh permintaan incoming atau outgoing call
    Suatu session L2TP harus terbentuk sebelum frame PPP dilewatkan pada tunnel L2TP. Multiple session dapat dibentuk pada satu tunnel, dan beberapa tunnel dapat dibentuk diantara LAC dan LNS yang sama.
Contoh Implementasi - Cisco: Cisco L2TP documentation
- Open source and Linux: OpenL2TP, Linux L2TP/IPsec server
- Microsoft: built-in client included with Windows 2000 and higher; Microsoft L2TP/IPsec VPN Client for Windows 98/Windows Me/Windows NT 4.0
- Apple: built-in client included with Mac OS X 10.3 and higher.