EIGRP OSPF Redistribution

Sudah lama tidak ngepost tentang Lab Cisco. Berikut saya akan mencoba ngelab redistribution EIGRP dan OSPF. Lab ini biasanya keluar di CCNP Route Exam. (CCNP ROUTE 642-902)



Tujuan dari lab ini adalah:
  • Redistribute dari EIGRP ke OSPF dan sebaliknya
  • R1 harus sukses ping ke alamat loopback0 R4 (172.16.100.1)
  • Trafik dari R1 ke R4 harus melalui jalur yang terbaik. (Setelah konfig redistribution dimasukkan, trafik dari R1 akan melalui R1 -> R2 -> R4; hal ini bukan jalur yang paling optimal karena harus melalui 2 link serial. Jalur terbaik adalah R1 -> R2 -> R3 -> R4 dan kita harus mengkonfigurasi router R2 agar trafik bisa diteruskan ke R3.)
Konfigurasi IP Address dan routing protokol di masing-masing router:

R1
R1(config)#interface s0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#exit
R1(config)#router eigrp 100
R1(config-router)#network 192.168.1.0


R2
R2(config)#interface s0/1
R2(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#interface f1/0
R2(config-if)#ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#interface s0/0
R2(config-if)#ip address 192.168.3.3 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit
R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#network 192.168.1.0
R2(config-router)#network 192.168.2.0
R2(config-router)#exit
R2(config)#router ospf 1
R2(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 24


R3
R3(config)#interface f0/0
R3(config-if)#ip address 192.168.2.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#interface f1/0
R3(config-if)#ip address 192.168.4.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#exit
R3(config)#router eigrp 100
R3(config-router)#network 192.168.2.0
R3(config-router)#exit
R3(config)#router ospf 1
R3(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 34


R4
R4(config)#interface s0/0
R4(config-if)#ip address 192.168.3.4 255.255.255.0
R3(config-if)#interface f1/0
R3(config-if)#ip address 192.168.4.4 255.255.255.0
R4(config-if)#no shut
R3(config-if)#interface loopback0
R3(config-if)#ip address 172.16.100.1 255.255.255.0
R4(config-if)#exit
R4(config)#router ospf 1
R4(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 24
R4(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 34
R4(config-router)#network 172.16.100.0 0.0.0.255 area 0

Setelah menyelesaikan perintah awal di atas, tabel routing masing-masing router adalah sebagai berikut:

R1:


R2:


R3:


R4:

Masukkan konfigurasi untuk redistribute di R2 dan R3. Sebelumnya kita harus melihat parameter yang dibutuhkan untuk redistribute dari OSPF ke EIGRP. Pada serial interface S0/0 R2 (yang terhubung ke R4), terdapat 5 parameter (Bandwidth, Delay, Reliability, Load, MTU)



R2:
R2#config terminal
R2(config)# router ospf 1
R2(config-router)# redistribute eigrp 100 subnets
R2(config-router)#exit

R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#redistribute ospf 1 metric 1544 2000 255 1 1500


Untuk R3 gunakan 5 parameter dari interface fa10/0



R3:
R3#config terminal
R3(config)#router ospf 1
R3(config-router)#redistribute eigrp 100 subnets
R3(config-router)#exit
R3(config)#router eigrp 100
R3(config-router)#redistribute ospf 1 metric 100000 100 255 1 1500


Cek tabel routing di R1 dan ping ke alamat 172.16.100.1 kemudian lakukan traceroute.


Trafik dari R1 akan melalui R1-> R2 -> R4, untuk mengubah jalur agar trafik melalui R1 -> R2 -> R3 -> R4 masukkan konfigurasi berikut:

R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#distance eigrp 90 105

Perintah di atas mengeset Administrative Distance (AD) dari semua rute internal EIGRP menjadi 90 dan semua rute eksternal dari EIGRP menjadi 105 (AD awal 170), yang lebih kecil dari Administrative Distance OSPF (110) -> sehingga link antara R2 & R3 akan lebih dipilih.

Lakukan ping dan tracer dari R1 ke alamat 172.16.100.1


Bagi yang ingin download file EIGRP OSPF Redistribution GNS3 silakan di sini

Training CCNA



Kabar baik bagi anda yang mulai belajar jaringan komputer maupun yang sedang berkecimpung di jaringan komputer. Ada training CCNA yang diselenggarakan oleh Nixtrain, salah satu lembaga training center yang ada di Bandung, Jawa Barat.
Untuk informasi selengkapnya bisa cek websitenya www.nixtrain.com atau langsung menghubungi pihak Nixtrain nya ya... :D

Lumayan laah, nambah skill di bidang jaringan komputer buat menghadapi
MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN.hehe.... Agar tidak tertinggal dengan negara
tetangga. :D :D

Tips Singkat : VLAN Interface Status

Pengalaman pribadi nih... :)

Ketika ngelab pake GNS3 dengan device Switch layer 3, kemudian create interface VLAN 11 dengan ip add 10.1.11.11 dan no shutdown

int vlan 11
ip add 10.1.11.11
no sh


Pas saya verifikasi dengan command "show ip int br" yang terjadi adalah line Protocol down seperti dibawah ini,



Ternayata saya nemu solusi berikut ini. :D

Interface VLAN (seperti kebanyakan interface lainnya) mempunyai state layer-1 dan layer-2.

Layer-1 state ditampilkan di kolom Status ketika kita memverifikasi dengan command show ip int br, sedagkan layer-2 state ditampilkan di kolom Protocol.

Sebuah interface VLAN selalu up, tapi state line protocol dapat ditelusuri dari status attached ports.
Anggap saja paling tidak satu port operational, line protocol dari interface VLAN akan up, kalau tidak maka akan down. Dengan tidak ada port yang di assign ke sebuah VLAN, line protocol dari interface VLAN akan down, IP address yang sudah dicreate sebelumnya tidak akan ada di dalam tabel routing dan tidak dapat di ping.

Untuk itu, assign sebuah port untuk VLAN 11

int fa1/11
switchport mode access
switchport access vlan 11

CCNA RS - My First Certification

Alhamdulillah... setelah sekian lama menunggu akhirnya dapat sertifikat juga.hehe


Bermula dari dua tahun lalu saya masuk di Cisco Networking Academy Program (CNAP) di IT Telkom. Dulu status saya masih mahasiswa dan langsung menargetkan untuk dapet sertifikat CCNA, secara kalo udah mempunyai sertifikat CCNA kecakepan saya diakui #ehsalah, maksud saya skill saya yang diakui. :D

Di CNAP biasanya student yang mengambil ujian sertifikasi internasional CCNA harus melalui training dahulu kira-kira 4 bulan #kalonggaksalah :). Beda dengan di luar CNAP, student atau orang umum yang ingin mendapatkan sertifikat CCNA bisa langsung ujian tanpa training terlebih dahulu (dengan catatan udah siap fisik dan mental buat ujian. :D ).

Keuntungan menjadi student di Cisco Networking Academy Program (CNAP) salah satunya adalah kita akan mendapat discount voucher atau potongan harga untuk biaya ujian. Sekedar info untuk biaya ujian Cisco CCNA RS dengan kode 200-120 sebesar U$ 295, dan karena kita bayarnya pake uang rupiah maka harga ujiannya yaa tergantung dari kurs rupiah - dollar saat itu. O iya, untuk kode ujian CCNA Routing & Switching (RS) sekarang adalah 200-120 dari sebelumnya dengan kode 640-802, dikarenakan ada update kurikulum dari pihak Cisco System.

Alhamduliiah dari dua tahun menjadi student di CNAP IT Telkom akhirnya selesai juga pada bulan Maret 2014, yaa meskipun mundur satu bulan dari target yang seharusnya target saya Februari 2014 harus kelar :). Alasan kenapa baru selesai 2 tahun??? yaa biasalah mahasiswa.haha...

Nah, seperti yang saya bilang sebelumnnya kita akan mendapat discount voucher jika menjadi student di CNAP dengan syarat nilai Final exam kita harus di atas 75 % kalo nggak salah.hehe...
Lumayan lah discount vouchernya, saya aja dapet 58%. Berikut discount voucher yang udah saya request.



Setelah discount voucher diproses oleh pihak Cisco dan keluar kode voucher dikirim via email langsung saya menuju testing center, sebelumnya saya print email dari Cisco untuk bukti vouchernya. Untuk testing center saya pilih di Telkom Profesional Development Center (PDC), karena lokasinya dekat dan masih ada embel2 nama Telkom nya.haha... (#apahubungannyacoba?)
Disana saya tanya berapa harga untuk ujian Cisco CCNA kode 200-120, dengan kurs saat itu dan ditambah biaya administrasi untuk harga total ujian sebesar Rp 3.690.000. Karena saya punya kode discount voucher maka saya tunjukkan ke pihak Telkom PDC untuk kemudian diverifikasi dan nantinya akan diberitahukan harga yang harus dibayarkan. Untuk ujian saya ambil tanggal 17 April 2014 dan pembayaran maksimal 3 hari sebelum ujian.

Dan alhamdulillah akhirnya ujian lancar dan sukses. :)

Hot Standby Router Protocol (HSRP)

Memahami Hot Standby Router Protocol (HSRP)

Dalam artikel ini kita akan belajar apa itu HSRP dan pada saat kapan HSRP dibutuhkan di jaringan.

Banyak perusahaan di dunia ini yang sudah terkoneksi ke internet. Gambar dibawah adalah contoh topologi sederhana dari sebuah perusahaan:


Untuk membuat topologi diatas berfungsi kita harus:
  • Konfigurasi IP Address pada dua interface Router. Anggap IP Address dari interface Fa0/0 adalah 192.168.1.1
  • Assign IP Address, default gateways dan DNS server di semua PC. Dalam kasus ini kita harus set default gateway nya ke interface Fa0/0 (dengan IP address 192.168.1.1). Cara ini daat dilakukan dengan manual atau otomatis via DHCP.
Setelah beberapa waktu katakanlah anda bekerja sebagai Network Engineer dan bos anda ingin mengimplementasikan beberapa metode redudansi untuk jaringan perusahaan, sehingga apabila Router mengalami kegagalan, semua PC masih dapat mengakses Internet tanpa harus melakukan konfigurasi manual pada saat itu. Jadi kita setidaknya memerlukan satu atau lebih router untuk menghubungkan ke Internet seperti topologi di bawah:


Tapi terdapat masalah: Hanya ada satu default gateway pada setiap host, jadi jika Router1 down dan kita ingin akses internet via Router2, kita harus mengubah default gateway (ke 192.168.1.2). Selain itu juga ketika Router1 sudah kembali up kita harus mengubah kembali secara manual ke IP address di Router1, dan tak ada satupun yang dapat mengakses Internet pada saat ketika perubahan default gateway. Nah, disinilah HSRP dapat menyelesaikan masalah tersebut.

HRSP Operation

Dengan HSRP, dua router yakni Router1 dan Router2 dalam kasus ini akan terlihat hanya satu router saja. HSRP menggunakan sebuah IP dan MAC address virtual dari dua router untuk merepresentasikan sebagai single default gateway untuk semua host. Sebagai contoh, virtual IP address 192.168.1.254 dan virtual MAC address 0000.0c07.AC0A. Semua host akan mengarahkan default gateway nya pada IP address tersebut.


Satu router, melalui proses pemilihan, ditunjuk sebagai active router sedangkan router lainnya ditetapkan sebagai standby router. Keduanya active dan standby router akan 'mendengarkan' tapi hanya active router yang akan memproses dan memforward paket. Standby router menjadi backup ketika active router mengalami fail, fail dapat dideteksi ketika active router mengalami kegagalan dalam mengirim paket hello secara berkala (multicast ke 224.0.0.2, UDP port 1985).


Ketika kegagalan pada active router terdeteksi, standby router mengambil peran menjadi forwarding router. Dikarenakan forwarding router baru menggunakan IP dan MAC address yang sama (virtual), semua host melihat tidak ada gangguan dalam komunikasi. Sebuah standby router yang baru juga akan dipilih pada saat itu (dalam kasus yang terdapat lebih dari dua router dalam kelompok HSRP)

Catatan: Semua router dalam kelompok HSRP mengirim paket hello. Secara default, hello timer di set 3 detik.


Catatan: Virtual MAC address dari HSRP versi 1 adalah 0000.0C07.ACxx, dimana xx adalah nomor HSRP group dalam heksadesimal didasarkan pada interface yang bersangkutan. Sebagai contoh, HSRP group 10 menggunakan HSRP virtual MAC address 0000.0C07.AC0A. HSRP versi 2 menggunakan virtual MAC address dari 0000.0C9F.FXXX (XXX: HSRP group dalam heksadesimal). Namun perlu diperhatikan bahwa virtual MAC address dapat dikonfigurasi secara manual.

Paket hello HSRP versi 1 dikirim ke multicast address 224.0.0.2 sedangkan paket hello HSRP versi 2 dikirim ke multicast address 224.0.0.102. Saat ini HSRPv1 merupakan versi default ketika HSRP berjalan pada perangkat Cisco.

Secara default, sebuah paket hello dikirim diantara perangkat HSRP standby group setiap 3 detik, dan perangkat standby menjadi active ketika paket hello tidak diterima selama 10 detik (disebut hold time).

HSRP States

HSRP terdiri dari 5 states:
  • Initial: State awal. Mengindikasikan HSRP belum running. Hal tersebut terjadi ketika perubahan konfigurasi atau interface pertama kali 'on'.
  • Listen: Router mengetahui kedua IP dan MAC address dari virtual router tetapi bukan router active atau standby. Sebagai contoh, jika ada 3 router dalam kelompok HSRP, router yang tidak dalam keadaan active atau standby akan tetap dalam listen state.
  • Speak: Router mengirim secara periodik paket hello HSRP dan berpartisipasi dalam pemilihan active dan standby router.
  • Standby: Dalam state ini, router memonitor hello dari active router dan akan mengambil alih active state ketika active router saat ini mengalami kegagalan (tidak ada paket yang 'didengar' dari router aktif)
  • Active: Router memforward paket yang dikirim ke HSRP group. Router juga mengirim secara periodik hello messages
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua router di dalam HSRP group dapat melalui semua state diatas. Dalam sebuah HSRP group, hanya satu router yang dapat menjangkau active state dan satu router menjangkau standby state. Router lainnya akan berhenti pada listen state.

Sekarang kita ambil sebuah contoh dari router yang mengalami semua state diatas. Anggap terdapat 2 router A dan B di dalam sebuah network: router A yang pertama dinyalakan. Router A akan masuk ke initial state. Kemudian akan bergerak ke listen state yang mana mencoba untuk 'mendengar' jika sudah ada active atau standby router untuk group tersebut. Setelah 'mempelajari' tidak ada satu pun yang mengambil alih active atau standby state, Router A akan menentukan untuk mengambil bagian dalam pemilihan dengan beralih ke speak state. Sekarang router A mengirim hello messages yang terdiri dari priority nya. Messages tersebut dikirim ke alamat multicast 224.0.0.2 (yang dapat didengar oleh semua anggota di dalam group). Ketika router A tidak mendengar hello messages dengan priority yang lebih tinggi, router A menganggap peran active router dan beralih ke active state. Dalam state ini, router A akan terus mengirim secara periodik hello messages.

Sekarang router B dinyalakan. Router B juga akan melalui initial dan listen state. Dalam listen state, router B 'mempelajari' bahwa router A sudah menjadi active router dan tidak ada router lainnya yang mengambil peran standby sehingga router B memasuki speak state untuk bersaing menjadi standby router --> mempromosikan dirinya sebagai standby router.

Anggap router A dalam keadaan active state sedangkan router B dalam standby state. Jika router B tidak 'mendengar' hello messages dari router A dalam waktu holdtime (10 detik secara default), router B memasuki speak state untuk mengumumkan priority nya ke semua anggota HSRP dan bersaing untuk active state. Tapi jika pada suatu saat router B menerima sebuah messages dari active router yang mempunyai priority yang lebih rendah dari priority nya (disebabkan administrator mengubah priority dari router lain), router B akan mengambil alih peran active dengan mengirimkan sebuah paket hello dengan parameter yang mengindikasikan untuk mengambil alih active router. Hal ini disebut dengan coup hello message.

Ringkasan:
  • HSRP adalah Cisco proprietary yang memungkinkan beberpa router atau multilayer switches untuk menampilkan sebuah single gateway IP address
  • HSRP mempunyai 5 states: Initial, listen, speak, standby dan active
  • HSRP memungkinkan multiple routers untuk membagi sebuah virtual IP dan MAC address sehingga host end-user tidak menyadari ketika terjadi kegagalan
  • Active (atau Master) router menggunakan virtual IP dan MAC addresses
  • Standby routers 'mendengarkan'  Hello dari active router. Sebuah paket hello dikirim setiap 3 detik secara default. Hold time (dead interval) adalah 10 detik
  • Virtual MAC 0000.0C07.ACxx, dimana xx adalah nomor heksadesimal dari HSRP group
  • Rentang nomor group HSRP versi 1 adalah dari 0 sampai 255. HSRP mendukung nomor group 0 (faktanya, 0 merupakan nomor group default jika anda tidak memasukkan nomor group di dalam konfigurasi) jadi HSRP versi 1 mendukung hingga 256 nomor group. HSRP versi 2 mendukung 4096 nomor group
sumber gambar: 9tut.com

Misteri Malaysia Airlines MH370



22 Maret 2014, sudah 14 hari atau 2 minggu tepatnya setelah pesawat Malaysia Airlines hilang kontak pada 8 Maret lalu. Pesawat yang memiliki kode terbang MH370 rute Kuala Lumpur - Beijing mendadak hilang kontak dari radar.

Banyak spekulasi yang muncul atas kejadian yang menimpa pesawat Boeing 777-200ER tersebut. Mulai dari jatuh ke laut, meledak di udara, pembajakan, terorisme, menghindar dari radar, hingga masuk ke dimensi dunia lain alias dunia gaib. Pemerintah Malaysia sudah berupaya keras untuk melakukan pencarian dengan bekerja sama hingga lebih dari 10 negara sampai saat ini, termasuk Indonesia.

Namun hingga saat ini, pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines dengan teknologi yang cukup canggih tersebut juga belum ditemukan. Dimanakah posisinya sekarang? dan apa yang terjadi dengan semua penumpangnya? hanya Tuhan yang tahu.

Memang kita ini adalah manusia yang mempunyai keterbatasan, meskipun kita sudah berusaha sekuat tenaga dan dengan dukungan teknologi yang canggih pun untuk menemukan pesawat tersebut jikalau Tuhan belum memberikan petunjuknya tidak ada artinya. Sekarang kewajiban kita selain berusaha juga berdoa dengan tulus ikhlas kepada Tuhan Semesta Alam karena hanya Dia lah yang Maha Tahu atas segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, termasuk posisi dan kondisi pesawat MH370.

Semoga pesawat Malaysia Airlines MH370 segera ditemukan. Amiin

Present Perfect (Short Movie Thai) (2014)

Thailand merupakan negara yang memiliki kualitas entertainment yang bagus, salah satunya pada movie atau film. Saya pun sampai menjadi salah satu penggemarnya, hehe... ya meskipun tidak sampai fanatik atau berlebihan karena yang berlebihan itu tidak baik. :)

Sampai yang short movie pun tidak luput dari pengamatan saya :D. Berikut salah satu short movienya, recomended banget buat ditonton (y)


Title : Present Perfect - If You Could Turn Back Time
Director : Nuttawut Poonpiriya
Release Date : 28 Februari 2014
 Duration : 43 min
Info : Thailand Short Movie
Genre : Drama

Cast:
Pam - (Aom) Sucharat Manaying
UK - Natthaya Ongsritragul
Best - Anavil Charttong
Boy - Niti Chaichitathorn
Tum - Wutthiwat Thiticharatthanachoe
P - Oraphan Artsamat

Synopsis

Kisah seorang gadis bernama Pam (Aom) harus berurusan dengan keponakannya yang nakal bernama UK (Natthaya). UK mengaku belum pernah bertemu sebelumnya dengan Pam. Pada saat yang sama, Pam juga harus berurusan dengan cinta masa lalu dan hubungannya dengan UK yang mungkin terjadi di masa depan.

Screenshoot:



Download:
Subtitle:

Konfigurasi IPv6 Routing - EIGRP

Pada artikel ini saya akan sharing tentang konfigurasi IPv6 di dalam routing protokol EIGRP, untuk kali ini saya menggunakan Packet Tracer :).
Berikut topologi yang akan digunakan,

Tujuan
  • Konfigurasi IPv6 Routing Protokol EIGRP
Langkah Konfigurasi

IPv6 Address Interface s0/0/0 di R1: 12::1/126
IPv6 Address Loopback 0 di R1     : 1::1/128

IPv6 Address Interface s0/0/0 di R2: 12::2/126
IPv6 Address Interface s0/0/1 di R2: 23::2/126
IPv6 Address Loopback 0 di R2     : 2::2/128

IPv6 Address Interface s0/0/0 di R3: 23::3/126
IPv6 Address Loopback 0 di R3     : 3::3/128

Konfigurasi R1

R1#conf t
R1(config)#ipv6 unicast-routing
R1(config)#ipv6 router eigrp 1
R1(config-rtr)#router-id 1.1.1.1
R1(config-rtr)#no sh

R1(config-rtr)#int lo0
R1(config-if)#ipv6 address 1::1/128
R1(config-if)#ipv6 eigrp 1
R1(config-if)#exit

R1(config)#int s0/0/0
R1(config-if)#ipv6 address 12::1/126
R1(config-if)#clock rate 128000
R1(config-if)#ipv6 eigrp 1
R1(config-if)#no sh

Konfigurasi R2

R2#conf t
R2(config)#ipv6 unicast-routing
R2(config)#ipv6 router eigrp 1
R2(config-rtr)#router-id 2.2.2.2
R2(config-rtr)#no sh

R2(config-rtr)#int lo0
R2(config-if)#ipv6 address 2::2/128
R2(config-if)#ipv6 eigrp 1

R2(config-if)#int s0/0/0
R2(config-if)#ipv6 address 12::2/126
R2(config-if)#ipv6 eigrp 1
R2(config-if)#no sh

R2(config-if)#int s0/0/1
R2(config-if)#ipv6 address 23::2/126
R2(config-if)#ipv6 eigrp 1
R2(config-if)#no sh

Konfigurasi R3

R3#conf t
R3(config)#ipv6 unicast-routing
R3(config)#ipv6 router eigrp 1
R3(config-rtr)#router-id 3.3.3.3
R3(config-rtr)#no sh

R3(config-rtr)#int lo0
R3(config-if)#ipv6 address 3::3/128
R3(config-if)#ipv6 eigrp 1

R3(config-if)#int s0/0/0
R3(config-if)#ipv6 address 23::3/126
R3(config-if)#ipv6 eigrp 1
R3(config-if)#clock rate 128000
R3(config-if)#no sh

Verifikasi

R1#show ipv6 route


R2#show ipv6 route


R3#show ipv6 route


Ping


Lakukan pada R2 dan R3, pastikan sukses. :)

File .pkt dapat diunduh disini.

Konfigurasi IPv6 Routing - OSPFv3

Back to share. :)
Kali ini saya akan membagi cara konfigurasi IPv6 di routing protokol OSPFv3. Apabila Anda belum memahami betul tentang apa itu IPv6 boleh dibaca kembali artikel yang sudah saya share disini.
Perlu diingat OSPFv3 hanya bisa digunakan untuk IPv6 bukan untuk IPv4, IPv4 menggunakan routing protokol OSPF versi sebelumnya. Langsung saja kita ngelab, o iya disini saya masih pake GNS3. :D

Berikut topologi sederhana yang akan digunakan,

Tujuan

  • Konfigurasi IPv6 di Routing Protokol OSPFv3
Langkah Konfigurasi

Untuk IPv6 saya menggunakan pengalamatan sebagai berikut: (jika masih bingung pengalamatan IPv6 bisa dibaca kembali artikelnya disini)

IPv6 Address Interface s0/0 di R1: 2000::1/64
IPv6 Address Loopback 0 di R1  : 2001::1/64

IPv6 Address Interface s0/0 di R2: 2000::2/64
IPv6 Address Loopback 0 di R2  : 2002::1/64

R1(config)#ipv6 unicast-routing
R1(config)#int s0/0
R1(config-if)#ipv6 address 2000::1/64
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#exit
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ipv6 address 2001::1/128

R2(config)#ipv6 unicast-routing
R2(config)#int s0/0
R2(config-if)#ipv6 address 2000::2/64
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#int loopback 0
R2(config-if)#ipv6 address 2002::1/128

Konfigurasi Routing Protokol OSPFv3

R1(config)#ipv6 router ospf 1
R1(config-rtr)#router-id 1.1.1.1
R1(config-rtr)#exit
R1(config)#int s0/0
R1(config-if)#ipv6 ospf 1 area 0
R1(config-if)#exit
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ipv6 ospf 1 area 0

R2(config)#ipv6 router ospf 2
R2(config-rtr)#router-id 2.2.2.2
R2(config-rtr)#exit
R2(config)#int s0/0
R2(config-if)#ipv6 ospf 2 area 0
R2(config-if)#exit
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ipv6 ospf 2 area 0

Verifikasi

Lakukan verifikasi dengan mengetikkan perintah "show ipv6 route"


Dari hasil perintah "show ipv6 route" dapat terlihat kode "O" dimana untuk menuju alamat 2002::1/128 di R2 yakni via Serial0/0. Masukkan perintah tersebut di R2, pastikan di tabel routing terdapat kode "O" (OSPF) yang menuju ke alamat 2001::1/128.

Pastikan juga Ping Loopbcak 0 di R2 dari R1 source Lo0 sukses.

File Lab dari konfigurasi IPv6 Routing OSPFv3 dapat di download disini.

Menggabungkan Konfigurasi Routing Protocol EIGRP Dengan OSPF

Pada kesempatan kali ini saya akan share tentang konfigurasi menggabungkan routing protocol EIGRP dengan OSPF atau biasa disebut dengan Redistributing EIGRP to OSPF. Untuk kali ini saya menggunakan simulator Packet Tracer.
Untuk topologi dari jaringan saya buat seperti berikut,


Apabila Anda kurang jelas dengan gambar topologi diatas jangan khawatir, file .pkt dari topologi dapat di download pada bagian akhir dari artikel ini.

Tujuan

  • Konfigurasi Routing EIGRP 100
  • Konfigurasi Routing OSPF Area 0
  • Menggabungkan EIGRP ke OSPF dengan redistribute
Langkah Konfigurasi

Untuk ip address sudah diberikan dan disetting, tinggal mengkonfigurasikan routing protokolnya saja.

Konfigurasi Routing EIGRP 100

#R1
R1(config)#router eigrp 100
R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 172.16.0.0 0.0.0.255
R1(config-router)# network 172.16.1.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 172.16.2.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R2
R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 172.16.3.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 172.16.4.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 172.16.5.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R3
R3(config)#router eigrp 100
R3(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.255
R3(config-router)#network 36.36.36.0 0.0.0.255
R3(config-router)#network 172.16.6.0 0.0.0.255
R3(config-router)#network 172.16.7.0 0.0.0.255
R3(config-router)#network 172.16.8.0 0.0.0.255
R3(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255
R3(config-router)#network 37.37.37.0 0.0.0.255
R3(config-router)#no auto-summary
R3(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R4
R4(config)#router eigrp 100
R4(config-router)#network 45.45.45.0 0.0.0.255
R4(config-router)#network 172.16.9.0 0.0.0.255
R4(config-router)#network 172.16.10.0 0.0.0.255
R4(config-router)#network 172.16.11.0 0.0.0.255
R4(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255
R4(config-router)#no auto-summary
R4(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R5
R5(config)#router eigrp 100
R5(config-router)#network 45.45.45.0 0.0.0.255
R5(config-router)#network 56.56.56.0 0.0.0.255
R5(config-router)#network 172.16.12.0 0.0.0.255
R5(config-router)#network 172.16.13.0 0.0.0.255
R5(config-router)#network 172.16.14.0 0.0.0.255
R5(config-router)#network 192.168.5.0
R5(config-router)#no auto-summary
R5(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R6
R6(config)#router eigrp 100
R6(config-router)#network 172.16.15.0 0.0.0.255
R6(config-router)#network 172.16.16.0 0.0.0.255
R6(config-router)#network 172.16.17.0 0.0.0.255
R6(config-router)#network 192.168.6.0 0.0.0.255
R6(config-router)#network 56.56.56.0 0.0.0.255
R6(config-router)#network 36.36.36.0 0.0.0.255
R6(config-router)#network 67.67.67.0 0.0.0.255
R6(config-router)#no auto-summary
R6(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R7
R7(config)#router eigrp 100
R7(config-router)#network 37.37.37.0 0.0.0.255
R7(config-router)#network 67.67.67.0 0.0.0.255
R7(config-router)#no auto-summary

Konfigurasi Routing OSPF Area 0

#R8
R8(config)#router ospf 1
R8(config-router)#network 89.89.89.0 0.0.0.255 area 0
R8(config-router)#network 82.82.82.0 0.0.0.255 area 0
R8(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 0

#R9
R9(config)#router ospf 1
R9(config-router)#network 90.90.90.0 0.0.0.255 area 0
R9(config-router)#network 92.92.92.0 0.0.0.255 area 0
R9(config-router)#network 192.168.9.0 0.0.0.255 area 0
R9(config-router)#network 89.89.89.0 0.0.0.255 area 0
R9(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R10
R10(config)#router ospf 1
R10(config-router)#network 90.90.90.0 0.0.0.255 area 0
R10(config-router)#network 101.101.101.0 0.0.0.255 area 0
R10(config-router)#network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 0
R10(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0
 
#R11
R11(config)#router ospf 1
R11(config-router)#network 101.101.101.0 0.0.0.255 area 0
R11(config-router)#network 192.168.11.0 0.0.0.255 area 0
R11(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R12
R12(config)#router ospf 1
R12(config-router)#network 92.92.92.0 0.0.0.255 area 0
R12(config-router)#network 123.123.123.0 0.0.0.255 area 0
R12(config-router)#network 192.168.12.0 0.0.0.255 area 0
R12(config-router)#network 82.82.82.0 0.0.0.255 area 0
R12(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R13
R13(config)#router ospf 1
R13(config-router)#network 123.123.123.0 0.0.0.255 area 0
R13(config-router)#network 134.134.134.0 0.0.0.255 area 0
R13(config-router)#network 192.168.13.0 0.0.0.255 area 0
R13(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

#R14
R14(config)#router ospf 1
R14(config-router)#network 134.134.134.0 0.0.0.255 area 0
R14(config-router)#network 192.168.14.0 0.0.0.255 area 0
R14(config-router)#passive-interface FastEthernet0/0

Konfigurasi Redistributing EIGRP ke OSPF

Untuk konfigurasi redistribute dapat dilakukan pada Router 7 atau Router 8. Karena disini topiknya redistribute EIGRP ke OSPF maka konfigurasi dilakukan di Router 7. Alternatif lain dapat dilakukan di Router 8 untuk melakukan redistribute OSPF ke EIGRP.

R7(config)#router ospf 1
R7(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 0
R7(config-router)#redistribute eigrp 100 subnets
R7(config-router)#exit
R7(config)#router eigrp 100
R7(config-router)#redistribute ospf 1 metric 1 1 1 1 1

Verifikasi

Untuk verifikasi dapat dilakukan di tiap router dengan melakukan perintah "show ip route"

File dari Lab pada artikel ini dapat di download disini.

Konfigurasi OSPF Multi Area Di GNS3

Pada artikel sebelumnya saya sudah memposting konfigurasi OSPF Single Area. Pada artikel kali ini saya akan mencoba membagi Konfigurasi OSPF Multi Area. Saya masih memakai software GNS3 untuk ngelab kali ini. Berikut topologi yang akan digunakan,


Area 0 : antara R1 – R2
Area 1 : antara R2 – R3
Area 2 : antara R2 – R4

Internal Router = R1, R3, R4 -> semua interface berada pada area yang sama
Area Border Router (ABR) = R2 -> berfungsi menghubungkan dua area yang berbeda
Backbone Router = R1, R2 -> area yang terkoneksi ke area 0, disebut juga area 0.0.0.0

Tujuan

  • Mensetting routing protocol OSPF Multi Area di R1, R2, R3, R4
  • Mensetting interface loopback di R1, R2, R3 dan R4
  • Mensetting OSPF Multi Area di R2
Langkah Konfigurasi

IP address s0/0 R1 = 12.12.12.1/30
IP address s0/0 R2 = 12.12.12.2/30

IP address S0/1 R2 = 23.23.23.2/30
IP address S0/2 R2 = 24.24.24.2/30

IP address S0/0 R3 = 23.23.23.1/30
IP address S0/0 R4 = 24.24.24.1/30

R1#conf t
R1(config)#int s0/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.252
R1(config-if)#clock rate 2000000
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#exit
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#exit
R1(config)#

R2#conf t
R2(config)#int s0/0
R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.252
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#int s0/1
R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.252
R2(config-if)#clock rate 2000000
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#int s0/2
R2(config-if)#ip add 24.24.24.2 255.255.255.252
R2(config-if)#clock rate 2000000
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip add 2.2.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)#exit
R2(config)#int lo1
R2(config-if)#ip add 5.5.5.1 255.255.255.0
R2(config-if)#exit
R2(config)#

R3#conf t
R3(config)#int s0/0
R3(config-if)#ip add 23.23.23.1 255.255.255.252
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#exit
R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ip add 3.3.3.1 255.255.255.0
R3(config-if)#exit
R3(config)#

R4#conf t
R4(config)#int s0/0
R4(config-if)#ip add 24.24.24.1 255.255.255.252
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#exit
R4(config)#int lo0
R4(config-if)#ip add 4.4.4.1 255.255.255.0
R4(config-if)#exit
R4(config)#

Konfigurasi Routing OSPF di masing-masing Router

R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#network 1.1.1.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.3 area 0

R3(config)#router ospf 3
R3(config-router)#network 3.3.3.0 0.0.0.255 area 1
R3(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.3 area 1

R4(config)#router ospf 4
R4(config-router)#network 4.4.4.0 0.0.0.255 area 2
R4(config-router)#network 24.24.24.0 0.0.0.3 area 2

R2(config)#router ospf 2
R2(config-router)#network 2.2.2.0 0.0.0.255 area 0
R2(config-router)#network 5.5.5.0 0.0.0.255 area 0
R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.3 area 0
R2(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.3 area 1
R2(config-router)#network 24.24.24.0 0.0.0.3 area 2

Verifikasi

Menampilkan OSPF routing table di R1


Dari hasil perintah "show ip route ospf" terlihat kode "O IA" yang berarti OSPF Inter Area. Masukkan perintah tersebut untuk mengetahui tabel routing di R2, R3, dan R4.
Kita juga dapat melihat router ABR dengan menggunakan perintah "show ip ospf border-routers"




Pastikan Interface loopback di R1 bisa nge-ping interface loopback pada R3 dan R4


Pastikan juga R3 dapat nge-ping Interface Loopback 0 di R1. Begitu juga dengan R4 harus bisa nge-ping Interface Loopback 0 di R1


Catatan untuk OSPF : bahwa semua area harus terkoneksi ke backbone. Jika terdapat area yang tidak terkoneksi secara langsung ke backbone (misal: Area 2 terkoneksi ke Area 1 via R3), maka dibutuhkan virtual link. Ketika mendesain jaringan, Anda dapat menggunakan virtual link untuk mengkoneksikan area yang tidak terhubung langsung ke backbone secara fisik.

File Lab GNS3 OSPF Multi Area dapat di download disini.

Konfigurasi OSPF Single Area Di GNS3

Pada aktifitas lab kali ini saya menggunakan GNS3. Anda juga dapat menggunakan Packet Tracer untuk ngelab OSPF Single Area ini. :)
Berikut topologi untuk konfigurasi OSPF Single Area


Tujuan
  • Mensetting routing protocol OSPF Singe-Area di R1 dan R2
  • Mensetting interface loopback di R1 dan R2
Langkah Konfigurasi

IP address S0/0 R1 = 12.12.12.1/30
IP address S0/0 R2 = 12.12.12.2/30

R1#conf t
R1(config)#int s0/0
R1(config-if)#ip address 12.12.12.1 255.255.255.252
R1(config-if)#clock rate 2000000
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#exit
R1(config)#

R2#conf t
R2(config)#int s0/0
R2(config-if)#ip address 12.12.12.2 255.255.255.252
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)#exit
R2(config)#

Interface loopback pada lab ini berfungsi sebagai virtual subnet. Sehingga seolah-olah kita memiliki 1 subnet yang dihubungkan melalui koneksi serial antara R1 dan R2. Loopback sangat bermanfaat untuk nge-lab jika resource computer kita minimal, sehingga tidak perlu menggunakan jumlah router yang banyak.

Pada semua design network OSPF yang bagus, backbone area biasanya disetting sebagai area 0. Maka, area 0 sering disebut juga sebagai backbone area, karena berfungsi untuk mengkoneksikan antar area.

Untuk mensetting OSPF routing protocol gunakan command router ospf process-id. Proses ID hanya berlaku untuk local router, sehingga tidak berpengaruh untuk router lain. Proses ID boleh beda antar router dan dalam satu router bisa menjalankan multiple proses ID. Setelah itu setting dengan sub-command network address wildcard-mask area area-id. Tentukan network address yang akan diadvertised menggunakan OSPF. Dalam satu area-id, router harus memiliki area-id yang sama sehingga bisa membentuk adjacency.

Konfigurasi routing OSPF

R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.3 area 0
R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0

R2(config)#router ospf 1
R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.3 area 0
R2(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0

Wildcard mask 0.0.0.0 artinya harus match. Wildcard mask 0.0.0.3 artinya hanya 3 oktet yang match dan octet keempat ignored. Contoh untuk network 12.12.12.0 0.0.0.3 area 0 artinya 12.12.12.1 sampai 12.12.12.2. Pada wildcard mask lain misal 0.0.0.255, Anda dapat mengkonfigurasi IP address apa saja yang berada pada range 192.168.1.1 – 192.168.1.254 untuk di area 0 pada interface s0/0 R1.

Karena pada lab ini menggunakan OSPF Single-Area yaitu area 0, maka semua router harus memiliki area yang sama agar bisa membentuk adjacency sehingga semua network dapat berkomunikasi. Untuk area yang sama biasanya disebut juga Intra Area, sedangkan untuk area yang berbeda Inter Area.

Verifikasi

Kita lihat tabel routing pada R1 dengan mengetikkan perintah "show ip route".


Untuk OSPF kodenya O. Lihat pada kode O, network address 192.168.2.0 ada di R2. Untuk menuju ke network tersebut dari R1 menggunakan jalur 12.12.12.2. IP 12.12.12.2 merupakan IP address s0/0 R2. “via” artinya gateway yang mau dilewati / lewat mana. Simplenya untuk menuju ke network 192.168.2.0 melalui 12.12.12.2.

Untuk output agar spesifik routing OSPF saja yang ditampilkan bisa menggunakan command dibawah : "show ip route ospf"

Metric OSPF pada Lab ini yaitu 65, sedangkan Administrative Distance OSPF = 110. Dapat dilihat pada baris berikut:

O 192.168.2.1 [110/65] via 12.12.12.2, 00:00:56, Serial0/0

R1 secara dinamis mempelajari remote network pada R2 melalui next hop address 12.12.12.2 dan outbound interface Serial 0/0. OSPF membentuk neighborship dengan adjacent router dengan melakukan pertukaran Paket Type 1 (Hello). Berikut ini kondisi yang harus dipenuhi oleh dua router untuk membentuk neighbor:
  • Masing-masing router harus berada pada subnet yang sama dan menggunakan subnet mask yang sama
  • Masing-masing router harus memiliki hello dan dead intervals yang sama
    • Hello interval mengidentifikasikan berapa frekuensi neighbor router melakukan pertukaran hello packet
    • Dead interval mengidentifikasikan jumlah waktu yang diijinkan tanpa mengirimkan hello packet.
    • Note: jika secara periodic hello packet tidak diterima dalam jangka waktu dead interval, maka router mengasumsikan bahwa neighbor router telah offline.
  • Masing-masing router harus menggunakan area yang sama
  • Jika autentikasi dibutuhkan, masing-masing router harus memenuhi requirement autentikasi
Adjacent router adalah router yang menjadi tetangga (neighbor) dan akan melakukan sharing atau pertukaran informasi database yang dimiliki.

Ping dari S0/0 R1 ke Interface Loopback 2 di R2 :

Recovery Password Cisco Router

Adakalanya ketika kita akan mengakses router Cisco kita tidak tahu atau lupa password enable atau password console. Nah, salah satu caranya adalah dengan melakukan reset perangkat untuk melakukan recovery password.

Disini saya mempunyai router yang saya tidak tahu passwordnya apa (pura2nya. :D). Kalau anda tidak punya router asli boleh pakai emulator GNS3 atau simulator packet tracer.


Ketika saya mencoba akses lewat console keluar tampilan sebagai berikut (dimana saya mencoba memasukkan password namun tidak bisa)


Solusi untuk masalah tersebut adalah dengan cara melakukan reset. Hal yang pertama dilakukan adalah matikan Router. Kemudian nyalakan kembali sambil menekan tombol Ctrl + Pause Break pada Laptop. Apabila laptop anda tidak ada tombol Pause Break, dapat menggunakan On-Screen Keyboard.

Saat masuk rommon ketikkan perintah berikut:

rommon 1 > confreg 0x2142
rommon 2 > reset


confreg 0x2142 berfungsi untuk membypass startup-config agar tidak terbaca oleh system. Setelah direset router akan masuk ke running-config dimana isinya adalah default. Untuk mengembalikan konfigurasi yang sebelumnya kita dapat mengetikkan perintah copy startup-config running-config. Nah setelah startup-config dicopy ke running-config barulah kita dapat melakukan override password.

Gambar berikut menunjukkan sudah masuk ke system konfigurasi Cisco IOS. 



Sebelum mengoverride password, copy terlebih dahulu startup-config ke running-config. Kemudian masukkan password yang baru.



Kemudian setelah mengganti password, ketikkan perintah berikut pada global configuration mode,

R1(config)#config-register 0x2102


config-register 0x2102 berfungsi untuk mengembalikan startup-config agar tidak terbypass pada saat booting, karena sebelumnya sudah dimasukkan confreg 0x2142.

Jangan lupa untuk mencopy kembali running-config ke startup-config agar setelah router direload atau direboot konfigurasi dan password yang sudah kita ganti tidak hilang.


Langkah terakhir adalah reboot router dengan mengetikkan perintah reload di priviled mode.

Summary:
  1. Start Router sambil tekan tombol Ctrl + Pause Break pada Laptop
  2. confreg 0x2142
  3. reset
  4. copy startup-config running-config
  5. Override password (masukkan password baru)
  6. config-register 0x2102
  7. copy running-config startup-config
  8. reload