Tebing Keraton Bandung

Tebing keraton merupakan salah satu obyek wisata di daerah Bandung. Bagi kamu yang belum pernah ke tebing keraton, tempat tersebut wajib ada di list perjalanan travelling kamu. Lokasi nya di daerah dago pakar atau masih satu wilayah administrasi dengan Tahura Juanda. Waktu yang paling pas untuk mengunjungi tebing keraton adalah pagi hari selepas subuh, dan menikmati pemandangan matahari terbit. :)








Untuk harga tiket masuk yakni Rp11000/orang, karena saya pergi bertiga bersama teman jadi Rp33000. Jangan lupa membawa jaket agar tidak kedinginan. :D





Yuuk nikmati alam Indonesia :)

Menuju Impian

Gambar tersebut sedang saya alami saat ini. Sekarang saya sedang berusaha dan berdoa untuk menggapai salah satu mimpi saya, mimpi yang dulu sempat terpikir tidak pernah tercapai namun dengan kuasa Allah semua bisa berjalan sesuai skenario-Nya. Saya bahkan tidak menyangka hampir sedekat ini perjalanan hidup saya dalam menggapai mimpi tersebut. Jika Allah mengijinkan, insyaAllah bulan depan tepatnya minggu pertama bulan Oktober 2015 mimpi itu akan jadi kenyataan.

Apakah mimpi tersebut?

Tunggu saja tanggal mainnya kawan... :D


INDONESIA


Negeri yang terbentang dari sabang sampai merauke,
Negeri yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo.
Negeri yang tersohor akan keanekaragaman budaya, flora dan faunanya.

Taukah engkau kawan,
Di sini, semua bisa kau dapat.
Emas, minyak, rempah , hasil hutan, hasil laut, dan masih banyak lagi.
Semuanya dikasih oleh Tuhan secara gratis.

Tuhan memberikan anugrah yang luar biasa pada negeri ini,
Anugrah yang mungkin tidak ada di Negara lain.
Hanya disini, di Indonesia.

Negeri ini adalah surge kecil yang jatuh ke bumi.
Surga dunia yang aman dan nyaman untuk ditempati.

EIGRP OSPF Redistribution

Sudah lama tidak ngepost tentang Lab Cisco. Berikut saya akan mencoba ngelab redistribution EIGRP dan OSPF. Lab ini biasanya keluar di CCNP Route Exam. (CCNP ROUTE 642-902)



Tujuan dari lab ini adalah:
  • Redistribute dari EIGRP ke OSPF dan sebaliknya
  • R1 harus sukses ping ke alamat loopback0 R4 (172.16.100.1)
  • Trafik dari R1 ke R4 harus melalui jalur yang terbaik. (Setelah konfig redistribution dimasukkan, trafik dari R1 akan melalui R1 -> R2 -> R4; hal ini bukan jalur yang paling optimal karena harus melalui 2 link serial. Jalur terbaik adalah R1 -> R2 -> R3 -> R4 dan kita harus mengkonfigurasi router R2 agar trafik bisa diteruskan ke R3.)
Konfigurasi IP Address dan routing protokol di masing-masing router:

R1
R1(config)#interface s0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#exit
R1(config)#router eigrp 100
R1(config-router)#network 192.168.1.0


R2
R2(config)#interface s0/1
R2(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#interface f1/0
R2(config-if)#ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#interface s0/0
R2(config-if)#ip address 192.168.3.3 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit
R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#network 192.168.1.0
R2(config-router)#network 192.168.2.0
R2(config-router)#exit
R2(config)#router ospf 1
R2(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 24


R3
R3(config)#interface f0/0
R3(config-if)#ip address 192.168.2.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#interface f1/0
R3(config-if)#ip address 192.168.4.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#exit
R3(config)#router eigrp 100
R3(config-router)#network 192.168.2.0
R3(config-router)#exit
R3(config)#router ospf 1
R3(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 34


R4
R4(config)#interface s0/0
R4(config-if)#ip address 192.168.3.4 255.255.255.0
R3(config-if)#interface f1/0
R3(config-if)#ip address 192.168.4.4 255.255.255.0
R4(config-if)#no shut
R3(config-if)#interface loopback0
R3(config-if)#ip address 172.16.100.1 255.255.255.0
R4(config-if)#exit
R4(config)#router ospf 1
R4(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 24
R4(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 34
R4(config-router)#network 172.16.100.0 0.0.0.255 area 0

Setelah menyelesaikan perintah awal di atas, tabel routing masing-masing router adalah sebagai berikut:

R1:


R2:


R3:


R4:

Masukkan konfigurasi untuk redistribute di R2 dan R3. Sebelumnya kita harus melihat parameter yang dibutuhkan untuk redistribute dari OSPF ke EIGRP. Pada serial interface S0/0 R2 (yang terhubung ke R4), terdapat 5 parameter (Bandwidth, Delay, Reliability, Load, MTU)



R2:
R2#config terminal
R2(config)# router ospf 1
R2(config-router)# redistribute eigrp 100 subnets
R2(config-router)#exit

R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#redistribute ospf 1 metric 1544 2000 255 1 1500


Untuk R3 gunakan 5 parameter dari interface fa10/0



R3:
R3#config terminal
R3(config)#router ospf 1
R3(config-router)#redistribute eigrp 100 subnets
R3(config-router)#exit
R3(config)#router eigrp 100
R3(config-router)#redistribute ospf 1 metric 100000 100 255 1 1500


Cek tabel routing di R1 dan ping ke alamat 172.16.100.1 kemudian lakukan traceroute.


Trafik dari R1 akan melalui R1-> R2 -> R4, untuk mengubah jalur agar trafik melalui R1 -> R2 -> R3 -> R4 masukkan konfigurasi berikut:

R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#distance eigrp 90 105

Perintah di atas mengeset Administrative Distance (AD) dari semua rute internal EIGRP menjadi 90 dan semua rute eksternal dari EIGRP menjadi 105 (AD awal 170), yang lebih kecil dari Administrative Distance OSPF (110) -> sehingga link antara R2 & R3 akan lebih dipilih.

Lakukan ping dan tracer dari R1 ke alamat 172.16.100.1


Bagi yang ingin download file EIGRP OSPF Redistribution GNS3 silakan di sini

Training CCNA



Kabar baik bagi anda yang mulai belajar jaringan komputer maupun yang sedang berkecimpung di jaringan komputer. Ada training CCNA yang diselenggarakan oleh Nixtrain, salah satu lembaga training center yang ada di Bandung, Jawa Barat.
Untuk informasi selengkapnya bisa cek websitenya www.nixtrain.com atau langsung menghubungi pihak Nixtrain nya ya... :D

Lumayan laah, nambah skill di bidang jaringan komputer buat menghadapi
MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN.hehe.... Agar tidak tertinggal dengan negara
tetangga. :D :D

Tips Singkat : VLAN Interface Status

Pengalaman pribadi nih... :)

Ketika ngelab pake GNS3 dengan device Switch layer 3, kemudian create interface VLAN 11 dengan ip add 10.1.11.11 dan no shutdown

int vlan 11
ip add 10.1.11.11
no sh


Pas saya verifikasi dengan command "show ip int br" yang terjadi adalah line Protocol down seperti dibawah ini,



Ternayata saya nemu solusi berikut ini. :D

Interface VLAN (seperti kebanyakan interface lainnya) mempunyai state layer-1 dan layer-2.

Layer-1 state ditampilkan di kolom Status ketika kita memverifikasi dengan command show ip int br, sedagkan layer-2 state ditampilkan di kolom Protocol.

Sebuah interface VLAN selalu up, tapi state line protocol dapat ditelusuri dari status attached ports.
Anggap saja paling tidak satu port operational, line protocol dari interface VLAN akan up, kalau tidak maka akan down. Dengan tidak ada port yang di assign ke sebuah VLAN, line protocol dari interface VLAN akan down, IP address yang sudah dicreate sebelumnya tidak akan ada di dalam tabel routing dan tidak dapat di ping.

Untuk itu, assign sebuah port untuk VLAN 11

int fa1/11
switchport mode access
switchport access vlan 11

CCNA RS - My First Certification

Alhamdulillah... setelah sekian lama menunggu akhirnya dapat sertifikat juga.hehe


Bermula dari dua tahun lalu saya masuk di Cisco Networking Academy Program (CNAP) di IT Telkom. Dulu status saya masih mahasiswa dan langsung menargetkan untuk dapet sertifikat CCNA, secara kalo udah mempunyai sertifikat CCNA kecakepan saya diakui #ehsalah, maksud saya skill saya yang diakui. :D

Di CNAP biasanya student yang mengambil ujian sertifikasi internasional CCNA harus melalui training dahulu kira-kira 4 bulan #kalonggaksalah :). Beda dengan di luar CNAP, student atau orang umum yang ingin mendapatkan sertifikat CCNA bisa langsung ujian tanpa training terlebih dahulu (dengan catatan udah siap fisik dan mental buat ujian. :D ).

Keuntungan menjadi student di Cisco Networking Academy Program (CNAP) salah satunya adalah kita akan mendapat discount voucher atau potongan harga untuk biaya ujian. Sekedar info untuk biaya ujian Cisco CCNA RS dengan kode 200-120 sebesar U$ 295, dan karena kita bayarnya pake uang rupiah maka harga ujiannya yaa tergantung dari kurs rupiah - dollar saat itu. O iya, untuk kode ujian CCNA Routing & Switching (RS) sekarang adalah 200-120 dari sebelumnya dengan kode 640-802, dikarenakan ada update kurikulum dari pihak Cisco System.

Alhamduliiah dari dua tahun menjadi student di CNAP IT Telkom akhirnya selesai juga pada bulan Maret 2014, yaa meskipun mundur satu bulan dari target yang seharusnya target saya Februari 2014 harus kelar :). Alasan kenapa baru selesai 2 tahun??? yaa biasalah mahasiswa.haha...

Nah, seperti yang saya bilang sebelumnnya kita akan mendapat discount voucher jika menjadi student di CNAP dengan syarat nilai Final exam kita harus di atas 75 % kalo nggak salah.hehe...
Lumayan lah discount vouchernya, saya aja dapet 58%. Berikut discount voucher yang udah saya request.



Setelah discount voucher diproses oleh pihak Cisco dan keluar kode voucher dikirim via email langsung saya menuju testing center, sebelumnya saya print email dari Cisco untuk bukti vouchernya. Untuk testing center saya pilih di Telkom Profesional Development Center (PDC), karena lokasinya dekat dan masih ada embel2 nama Telkom nya.haha... (#apahubungannyacoba?)
Disana saya tanya berapa harga untuk ujian Cisco CCNA kode 200-120, dengan kurs saat itu dan ditambah biaya administrasi untuk harga total ujian sebesar Rp 3.690.000. Karena saya punya kode discount voucher maka saya tunjukkan ke pihak Telkom PDC untuk kemudian diverifikasi dan nantinya akan diberitahukan harga yang harus dibayarkan. Untuk ujian saya ambil tanggal 17 April 2014 dan pembayaran maksimal 3 hari sebelum ujian.

Dan alhamdulillah akhirnya ujian lancar dan sukses. :)

Hot Standby Router Protocol (HSRP)

Memahami Hot Standby Router Protocol (HSRP)

Dalam artikel ini kita akan belajar apa itu HSRP dan pada saat kapan HSRP dibutuhkan di jaringan.

Banyak perusahaan di dunia ini yang sudah terkoneksi ke internet. Gambar dibawah adalah contoh topologi sederhana dari sebuah perusahaan:


Untuk membuat topologi diatas berfungsi kita harus:
  • Konfigurasi IP Address pada dua interface Router. Anggap IP Address dari interface Fa0/0 adalah 192.168.1.1
  • Assign IP Address, default gateways dan DNS server di semua PC. Dalam kasus ini kita harus set default gateway nya ke interface Fa0/0 (dengan IP address 192.168.1.1). Cara ini daat dilakukan dengan manual atau otomatis via DHCP.
Setelah beberapa waktu katakanlah anda bekerja sebagai Network Engineer dan bos anda ingin mengimplementasikan beberapa metode redudansi untuk jaringan perusahaan, sehingga apabila Router mengalami kegagalan, semua PC masih dapat mengakses Internet tanpa harus melakukan konfigurasi manual pada saat itu. Jadi kita setidaknya memerlukan satu atau lebih router untuk menghubungkan ke Internet seperti topologi di bawah:


Tapi terdapat masalah: Hanya ada satu default gateway pada setiap host, jadi jika Router1 down dan kita ingin akses internet via Router2, kita harus mengubah default gateway (ke 192.168.1.2). Selain itu juga ketika Router1 sudah kembali up kita harus mengubah kembali secara manual ke IP address di Router1, dan tak ada satupun yang dapat mengakses Internet pada saat ketika perubahan default gateway. Nah, disinilah HSRP dapat menyelesaikan masalah tersebut.

HRSP Operation

Dengan HSRP, dua router yakni Router1 dan Router2 dalam kasus ini akan terlihat hanya satu router saja. HSRP menggunakan sebuah IP dan MAC address virtual dari dua router untuk merepresentasikan sebagai single default gateway untuk semua host. Sebagai contoh, virtual IP address 192.168.1.254 dan virtual MAC address 0000.0c07.AC0A. Semua host akan mengarahkan default gateway nya pada IP address tersebut.


Satu router, melalui proses pemilihan, ditunjuk sebagai active router sedangkan router lainnya ditetapkan sebagai standby router. Keduanya active dan standby router akan 'mendengarkan' tapi hanya active router yang akan memproses dan memforward paket. Standby router menjadi backup ketika active router mengalami fail, fail dapat dideteksi ketika active router mengalami kegagalan dalam mengirim paket hello secara berkala (multicast ke 224.0.0.2, UDP port 1985).


Ketika kegagalan pada active router terdeteksi, standby router mengambil peran menjadi forwarding router. Dikarenakan forwarding router baru menggunakan IP dan MAC address yang sama (virtual), semua host melihat tidak ada gangguan dalam komunikasi. Sebuah standby router yang baru juga akan dipilih pada saat itu (dalam kasus yang terdapat lebih dari dua router dalam kelompok HSRP)

Catatan: Semua router dalam kelompok HSRP mengirim paket hello. Secara default, hello timer di set 3 detik.


Catatan: Virtual MAC address dari HSRP versi 1 adalah 0000.0C07.ACxx, dimana xx adalah nomor HSRP group dalam heksadesimal didasarkan pada interface yang bersangkutan. Sebagai contoh, HSRP group 10 menggunakan HSRP virtual MAC address 0000.0C07.AC0A. HSRP versi 2 menggunakan virtual MAC address dari 0000.0C9F.FXXX (XXX: HSRP group dalam heksadesimal). Namun perlu diperhatikan bahwa virtual MAC address dapat dikonfigurasi secara manual.

Paket hello HSRP versi 1 dikirim ke multicast address 224.0.0.2 sedangkan paket hello HSRP versi 2 dikirim ke multicast address 224.0.0.102. Saat ini HSRPv1 merupakan versi default ketika HSRP berjalan pada perangkat Cisco.

Secara default, sebuah paket hello dikirim diantara perangkat HSRP standby group setiap 3 detik, dan perangkat standby menjadi active ketika paket hello tidak diterima selama 10 detik (disebut hold time).

HSRP States

HSRP terdiri dari 5 states:
  • Initial: State awal. Mengindikasikan HSRP belum running. Hal tersebut terjadi ketika perubahan konfigurasi atau interface pertama kali 'on'.
  • Listen: Router mengetahui kedua IP dan MAC address dari virtual router tetapi bukan router active atau standby. Sebagai contoh, jika ada 3 router dalam kelompok HSRP, router yang tidak dalam keadaan active atau standby akan tetap dalam listen state.
  • Speak: Router mengirim secara periodik paket hello HSRP dan berpartisipasi dalam pemilihan active dan standby router.
  • Standby: Dalam state ini, router memonitor hello dari active router dan akan mengambil alih active state ketika active router saat ini mengalami kegagalan (tidak ada paket yang 'didengar' dari router aktif)
  • Active: Router memforward paket yang dikirim ke HSRP group. Router juga mengirim secara periodik hello messages
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua router di dalam HSRP group dapat melalui semua state diatas. Dalam sebuah HSRP group, hanya satu router yang dapat menjangkau active state dan satu router menjangkau standby state. Router lainnya akan berhenti pada listen state.

Sekarang kita ambil sebuah contoh dari router yang mengalami semua state diatas. Anggap terdapat 2 router A dan B di dalam sebuah network: router A yang pertama dinyalakan. Router A akan masuk ke initial state. Kemudian akan bergerak ke listen state yang mana mencoba untuk 'mendengar' jika sudah ada active atau standby router untuk group tersebut. Setelah 'mempelajari' tidak ada satu pun yang mengambil alih active atau standby state, Router A akan menentukan untuk mengambil bagian dalam pemilihan dengan beralih ke speak state. Sekarang router A mengirim hello messages yang terdiri dari priority nya. Messages tersebut dikirim ke alamat multicast 224.0.0.2 (yang dapat didengar oleh semua anggota di dalam group). Ketika router A tidak mendengar hello messages dengan priority yang lebih tinggi, router A menganggap peran active router dan beralih ke active state. Dalam state ini, router A akan terus mengirim secara periodik hello messages.

Sekarang router B dinyalakan. Router B juga akan melalui initial dan listen state. Dalam listen state, router B 'mempelajari' bahwa router A sudah menjadi active router dan tidak ada router lainnya yang mengambil peran standby sehingga router B memasuki speak state untuk bersaing menjadi standby router --> mempromosikan dirinya sebagai standby router.

Anggap router A dalam keadaan active state sedangkan router B dalam standby state. Jika router B tidak 'mendengar' hello messages dari router A dalam waktu holdtime (10 detik secara default), router B memasuki speak state untuk mengumumkan priority nya ke semua anggota HSRP dan bersaing untuk active state. Tapi jika pada suatu saat router B menerima sebuah messages dari active router yang mempunyai priority yang lebih rendah dari priority nya (disebabkan administrator mengubah priority dari router lain), router B akan mengambil alih peran active dengan mengirimkan sebuah paket hello dengan parameter yang mengindikasikan untuk mengambil alih active router. Hal ini disebut dengan coup hello message.

Ringkasan:
  • HSRP adalah Cisco proprietary yang memungkinkan beberpa router atau multilayer switches untuk menampilkan sebuah single gateway IP address
  • HSRP mempunyai 5 states: Initial, listen, speak, standby dan active
  • HSRP memungkinkan multiple routers untuk membagi sebuah virtual IP dan MAC address sehingga host end-user tidak menyadari ketika terjadi kegagalan
  • Active (atau Master) router menggunakan virtual IP dan MAC addresses
  • Standby routers 'mendengarkan'  Hello dari active router. Sebuah paket hello dikirim setiap 3 detik secara default. Hold time (dead interval) adalah 10 detik
  • Virtual MAC 0000.0C07.ACxx, dimana xx adalah nomor heksadesimal dari HSRP group
  • Rentang nomor group HSRP versi 1 adalah dari 0 sampai 255. HSRP mendukung nomor group 0 (faktanya, 0 merupakan nomor group default jika anda tidak memasukkan nomor group di dalam konfigurasi) jadi HSRP versi 1 mendukung hingga 256 nomor group. HSRP versi 2 mendukung 4096 nomor group
sumber gambar: 9tut.com

Misteri Malaysia Airlines MH370



22 Maret 2014, sudah 14 hari atau 2 minggu tepatnya setelah pesawat Malaysia Airlines hilang kontak pada 8 Maret lalu. Pesawat yang memiliki kode terbang MH370 rute Kuala Lumpur - Beijing mendadak hilang kontak dari radar.

Banyak spekulasi yang muncul atas kejadian yang menimpa pesawat Boeing 777-200ER tersebut. Mulai dari jatuh ke laut, meledak di udara, pembajakan, terorisme, menghindar dari radar, hingga masuk ke dimensi dunia lain alias dunia gaib. Pemerintah Malaysia sudah berupaya keras untuk melakukan pencarian dengan bekerja sama hingga lebih dari 10 negara sampai saat ini, termasuk Indonesia.

Namun hingga saat ini, pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines dengan teknologi yang cukup canggih tersebut juga belum ditemukan. Dimanakah posisinya sekarang? dan apa yang terjadi dengan semua penumpangnya? hanya Tuhan yang tahu.

Memang kita ini adalah manusia yang mempunyai keterbatasan, meskipun kita sudah berusaha sekuat tenaga dan dengan dukungan teknologi yang canggih pun untuk menemukan pesawat tersebut jikalau Tuhan belum memberikan petunjuknya tidak ada artinya. Sekarang kewajiban kita selain berusaha juga berdoa dengan tulus ikhlas kepada Tuhan Semesta Alam karena hanya Dia lah yang Maha Tahu atas segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, termasuk posisi dan kondisi pesawat MH370.

Semoga pesawat Malaysia Airlines MH370 segera ditemukan. Amiin