Sang Pemaaf


Dulu selepas Rasulullah SAW membuka Kota Mekkah atau yang dalam sejarah Islam dikenal Fathul Makkah, banyak di kalangan kaum Quraisy yang membencinya. Menganggap inilah saatnya bagi Muhammad akan membalas dendam kepada mereka sehingga banyak diantara mereka yang pasrah bahkan ada juga yang masih mempengaruhi yang lainnya untuk tetap melawan Rasulullah demi kehormatan bangsa Quraisy.

Namun apa yang terjadi setelah Rasulullah memerintahkan kepada tentaranya untuk menghimpun seluruh penduduk? Banyak diantara mereka yang kaget bahkan tidak percaya bahwa yang mereka perkirakan ini ternyata tidak terbukti. Justru Nabi berkata, "Izhabu wa antum at-tulaqa (Pergilah kamu, sesungguhnya kamu sekarang dibebaskan)!"

Pernyataan itu bukannya menciutkan hati mereka tapi malah membuat mereka terharu bahkan banyak yang kagum akan sifat beliau, bahkan saat itu juga banyak yang kemudian masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW seperti Suhayl, sekalipun dulunya sangat ingin membunuh Rasulullah.

Pada saat itulah, dengan sifat mulia Nabi yang pemaaf dan berkat hidayat dari Allah, banyak yang dengan penuh kesadaran masuk agama Allah sebagaimana dalam Alquran surat Al-Fath: 1-2, "...Dan telah datang pertolongan Allah dan terbuka kemenangan, dan tidakkah engkau melihat pada penduduk Mekkah yang berbondong-bondong masuk agama Allah."

Dari kisah diatas tentu bukanlah perkara mudah untuk menjadi orang yang betul-betul pemaaf seperti Rasulullah SAW. Beliau tidak pernah sakit hati atau akan membalas dendam, tapi justru menunjukkan sikap keluhuran hati. Ini agar menjadi pelajaran bagi umatnya, sekaligus memberi pedoman bahwa seberat apapun cobaan dunia pasti nantinya akan mendapat pertolongan dari Allah SWT.

Memberi maaf adalah perbuatan yang mudah tapi sangat sulit dilakukan. Kita senang memaafkan kesalahan orang lain bila orang lain itu mau mengakui kesalahannya dulu baru kita beri maaf, padahal Nabi tidak pernah meminta kepada mereka yang telah menyakiti untuk mengakui kesalahannya tetapi sudah memberi maaf tanpa harus diucapkan. Beliau tidak pernah mengungkit kesalahan orang lain tetapi malah memberikan contoh dalam perbuatan nyata.

Teknik Sosrobahu

Apakah Anda sudah mendengar tentang Teknik Sosrobahu? Atau mungkin ada yang bertanya-tanya, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Teknik Sosrobahu. Mungkin orang yang di Teknik Sipil tidak asing dengan istilah ini. Bagi anda yang belum tahu, saya akan ulas sedikit tentang Teknik Sosrobahu, bagi yang udah tahu boleh memberi tahu yang lainnya... :)

Teknik Sosrobahu merupakan teknik yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang yang ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati 27 Juli 1988. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90 derajat sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.




Secara teknik penemuan itu belum diuji coba karena waktu yang terbatas, namun ia yakin temuannya itu bisa bekerja. Tjokorda bahkan berani bertanggungjawab bila lengan beton jalan layang itu tidak bisa berputar.
Pada tanggal 27 Juli 1988 pukul 10 malam waktu setempat (Jakarta), pompa hidrolik dioperasikan hingga titik tekan 78 kg/cm2. Lengan pier head itu, meskipun bekesting-nya telah dilepas, mengambang di atas atap pier shaft lalu dengan dorongan ringan sedikit saja, lengan beton raksasa itu berputar 90 derajat.

Ketika pier shaft itu sudah dalam posisi sempurna, secara perlahan minyak dipompa keluar dan lengan beton itumerapat ke tiangnya. Sistem LPBH itu dimatikan sehingga perlu alat berat untuk menggesernya. Namun demikian karena khawatir kontruksi itu bergeser, Tjokorda memancang delapan batang besi berdiameter 3,6 cm untuk memaku pier head ke pier shaft lewat lubang yang telah disiapkan. Kemudian satu demi satu alat LBPH itu diterapkan pada kontruksi beton lengan jembatan layang yang lain.

Teknik ini dianggap sangat membantu dalam membuat jalan layang di kota-kota besar yang jelas memiliki kendala yakni terbatasnya ruang kota yang diberikan.

Hal ini bermula ketika ia memperbaiki kendaraannya, hidung mobil Mercedes buatan 1974-nya diangkat dengan dongkrak sehingga dua roda belakang bertumpu di lantai yang licin karena ceceran tumpahan oli yang tidak disengaja. Begitu mobil itu tersentuh, badan mobil berputar dengan sumbu batang dongkrak.

Satu hal yang ia catat, dalam ilmu fisika dengan meniadakan gaya geseknya, benda seberat apapun akan mudah digeser. Kejadian tadi memberikan inspirasi bahwa pompa hidrolik bisa dipakai untuk mengangkat benda berat dan bila bertumpu pada permukaan licin, benda tersebut mudah digeser. Dari beberapa variabel tersebut dan menggabungkannya dengan beberapa parameter, akhirnya ia menemukan persamaan baru dan memberikan nama "Rumus Sukawati", sesuai namanya.

Awal November 1989, Presiden Soeharto ikut merayakan proyek ke-85 nya dan memberikan nama teknologi itu Sosrobahu yang diambil dari nama tokoh cerita sisipan MAhabharata. Temuan Tjokorda digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle. Ia pun mendapat hak paten yang diterima dari pemerintah Indonesia (1995) Jepang (1992), Malaysia dan Filipina. Sementara Korea Selatan masih bersikeras ingin membeli hak patennya.

Router

Meskipun layout blog ini masih berantakan, :) karena udah lama nggak diatur and bingung mau setting kyak gmna lagi, tpi yang penting saya akan tetap posting suatu artikel yang memberikan sedikit informasi bagi anda yang haus akan keingintahuan... halah.

Oke, kali ini akan saya sharingkan tentang perangkat network yang bernama Router.

Router merupakan perangkat jaringan yang berada di layer network. Router sering digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun beda dari segi teknologinya. Router yang paling sering dipakai adalah Router bermerek CISCO, karena Router CISCO memiliki keunggulan dan kehandalan dari router jenis lainnya. Selain router CISCo juga terdapat Router Juniper dan Huawei, prinsipnya sama yakni meroutekan atau menunjukkan rute/jalur perjalanan informasi dari pengirim ke penerima.

Router memiliki kemampuan routing. Artinya router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (yang disebut packet) akan dilewatkan. Apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berbeda network. Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan
untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar, sehingga paket-paket tersebut tidak memenuhi network yang lain.

Disini ane akan sedikit mengulas tentang CISCO Router, karena router yang bermerek CISCO paling banyak digunakan di dunia networking. Router Cisco mempunyai sistem operasi sendiri yakni Cisco IOS. Cisco IOS (Internetwork Operating System) adalah nama sistem operasi yang digunakan pada perangkat router dan switch buatan Cisco. IOS merupakan sistem operasi multitasking yang menyediakan fungsi-fungsi routing, switching, internetworking, dan telekomunikasi. Cisco IOS menyediakan command line interface (CLI) dan sekumpulan perintah standar.

Cisco sendiri sudah mengeluarkan beberapa seri router, seperti seri 800, 1500, 1600, 1700, 2500, 2600, 2900, 3000, 4000, 7200, 7600 dan masih banyak lagi. Semakin tinggi nomor serinya maka semakin canggih kinerja perangkat tersebut. Router dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori, sbb :

  1. Fixed access router, Router yang memiliki interface tetap (tidak dapat diganti-ganti).
  2. Modular access router, Router dengan interface yang dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan.
  3. Modular access router for enterprise, sama seperti modular access router namun ada tambahan berupa fitur-fitur yang cocok digunakan untuk membangun WAN yang kompleks.

Router memiliki kemiripan dengan sebuah PC, yakni memiliki beberapa perangkat hardware seperti processor, RAM, Flash dan lainnya. Namun fungsi-fungsi tersebut berbeda
dengan PC.

  • RAM, untuk menyimpan data secara temporer selama router beroperasi.
  • Flash, untuk menyimpan sistem operasi IOS secara permanen.
  • NVRAM, menyimpan file-file konfigurasi secara permanen.
  • ROM, untuk menyimpan data BIOS (yang dibaca saat booting). Informasi pada ROM bersifat permanen.
  • Processor, otak pemrosesan data, router Cisco dapat menggunakan prosesor buatan Intel atau lainnya.



Apabila pertama kali anda mengoperasikan router yang tampak hanyalah seperti "kotak hitam". Tidak ada monitor, tidak terdengar musik MP3. Yang terdengar hanyalah suara kipas pendingin berputar dan lampu berkedip-kedip. lalu bagaimana cara mengoperasikan router tersebut?

Kita memerlukan sebuah komputer atau laptop untuk mengoperasikan router Cisco. Koneksi dari komputer atau laptop dapat dilakukan via:

  • console connection
  • modem connection
  • telnet session

Akses ke sistem Cisco Router dapat dilakukan melalui console port. Kita memerlukan kabel khusus yang disebut kabel rollover (Cisco Console cable) dan adaptor RJ-45 to DB-9. Peralatan yang dibutuhkan biasanya sudah disertakan bersama router. Kabel rollover dapat dikenali dari bentuknya yang pipih (seperti pita atau disebut ribbon cable dengan 8 jalur. Kabel rollover ini kemudian dihubungkan dari console port router ke serial port COM 1 atau COM 2 komputer. Pada komputer modern, adakalanya serial port tidak tersedia. Sebagai gantinya dapat digunakan konverter USB to DB9.

Agar komputer dapat digunakan untuk mengendalikan router, kita harus menggunakan aplikasi khusus yang disebut program terminal emulation, seperti Hyperterminal, minicom, dan sejenisnya.

Jadi, pada router ada komponen eksternal, seperti power supply, kabel rollover, dan ada juga komponen internal seperti flash, RAM, ROM, dan sebagainya.

Arsitektur Dan Aplikasi Android

Arsitektur Android
Diagram berikut menunjukkan komponen-komponen utama dari sistem operasi Android.
Google mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. Berikut ini susunan dari lapisan – lapisan tersebut jika di lihat dari lapisan dasar hingga lapisan teratas:

  1. Linux Kernel
    Tumpukan paling bawah pada arsitektur Android ini adalah kernel. Google menggunakan kernel Linux versi 2.6 untuk membangun sistem Android, yang mencakup memory management, security setting, power management, dan beberapa driver hardware.
    Kernel berperan sebaagai abstraction layer antara hardware dan keseluruhan software.
    Sebagai contoh, HTC GI dilengkapi dengan kamera. Kernel Android terdapat driver kamera yang memungkinkan pengguna mengirimkan perintah kepada hardware kamera.

  2. Android Runtime
    Lapisan setelah Kernel Linux adalah Android Runtime. Android Runtime ini berisi Core Libraries dan Dalvik Virtual Machine.

    Core Libraries mencakup serangkaian inti library Java, artinya Android menyertakan satu set library-library dasar yang menyediakan sebagian besar fungsi-fungsi yang ada pada library-library dasar bahasa pemrograman Java.

    Dalvik adalah Java Virtual Machine yang memberi kekuatan pada sistem Android. Dalvik VM ini di optimalkan untuk telepon seluler.

    Setiap aplikasi yang berjalan pada Android berjalan pada processnya sendiri, dengan instance dari Dalvik Virtual Machine. Dalvik telah dibuat sehingga sebuah piranti yang memakainya dapat menjalankan multi Virtual Machine dengan efisien. Dalvik VM dapat mengeksekusi file dengan format Dalvik Executable (.dex) yang telah dioptimasi untuk menggunakan minimal memory footprint. Virtual Machine ini register-based, dan menjalankan class-class yang dicompile menggunakan compiler Java yang kemudian ditransformasi menjadi format .dex menggunakan "dx" tool yang telah disertakan.
    Dalvik Virtual Machine (VM) menggunakan kernel Linux untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti threading dan low-level memory management.

  3. Libraries
    Bertempat di level yang sama dengan Android Runtime adalah Libraries. Android menyertakan satu set library-library dalam bahasa C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem Android. Kemampuan ini dapat diakses oleh programmer melewati Android application framework. Sebagai contoh Android mendukung pemutaran format audio, video, dan gambar.
    Berikut ini beberapa core library tersebut :

    1. System C library
      diturunkan dari implementasi standard C system library (libc) milik BSD, dioptimasi untuk piranti embedded berbasis Linux

    2. Media Libraries
      berdasarkan PacketVideo's OpenCORE; library-library ini mendukun playback dan recording dari berbadai format audio and video populer, meliputi MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, and PNG

    3. Surface Manager
      mengatur akses pada display dan lapisan composites 2D and 3D graphic dari berbagai aplikasi

    4. LibWebCore
      web browser engine modern yang mensupport Android browser maupun embeddable web view

    5. SGL
      the underlying 2D graphics engine

    6. 3D libraries
      implementasi berdasarkan OpenGL ES 1.0 APIs; library ini menggunakan hardware 3D acceleration dan highly optimized 3D software rasterizer

    7. FreeType
      bitmap dan vector font rendering

    8. SQLite
      relational database engine yang powerful dan ringan tersedia untuk semua aplikasi



  4. Application Framework
    Lapisan selanjutnya adalah application framework, yang mencakup program untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone. Application Framework merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone, aplikasi telepon, pergantian antar - proses atau program, dan pelacakan lokasi fisik telepon. Para pengembang aplikasi memiliki aplikasi penuh kepada tool-tool dasar tersebut, dan memanfaatkannya untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks.
    http://www.blogger.com/img/blank.gif
    Programmer mendapatkan akses penuh untuk memanfaatkan API-API (Android Protocol Interface) yang juga digunakan core applications. Arsitektur aplikasi didesain untuk menyederhanakan pemakaian kembali komponen-komponen, setiap aplikasi dapat menunjukkan kemampuannya dan aplikasi lain dapat memakai kemampuan tersebut. Mekanisme yang sama memungkinkan pengguna mengganti komponen-komponen yang dikehendaki.
    Di dalam semua aplikasi terdapat servis dan sistem yang meliputi :

    1. Satu set Views yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi meliputi lists, grids, text boxes, buttons, dan embeddable web browser

    2. Content Providers yang memungkinkan aplikasi untuk mengakses data dari aplikasi lain (misalnya Contacts), atau untuk membagi data yang dimilikinya.

    3. Resource Manager, menyediakan akses ke non-code resources misalnya localized strings, graphics, dan layout files

    4. Notification Manager yang memungkinkan semua aplikasi untuk menampilkan custom alerts pada the status bar

    5. Activity Manager yang memanage life cycle of dari aplikasi dan menyediakan common navigation backstack



  5. Application
    Di lapisan teratas bercokol aplikasi itu sendiri. Di lapisan inilah anda menemukan fungsi-fungsi dasar smartphone seperti menelepon dan mengirim pesan singkat, menjalankan web browser, mengakses daftar kontak, dan lain-lain. Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah yang paling sering mereka akses. Mereka mengakses fungsi-fungsi dasar tersebut melalui user interface.

  6. Aplikasi Android
    Untuk membangun aplikasi Android, seorang programmer dituntut telah akrab dengan bahasa pemrograman Java. Bila syarat pertama ini telah dipenuhi, langkah selanjutnya adalah men-download software development kit (SDK) yang disediakan Android. SDK ini membukakan jalan bagi programmer untuk mengakses application programming interface (API) Android.
    SDK yang diinstall di PC ini mencakup beberapa tool, termasuk aplikasi contoh dan emulator Android. Emulator Android adalah program yang menduplikasi fungsi-fungsi smartphone yang berjalan di atas platform Android. Emulator juga berfungsi sebagai ajang pengujian aplikasi di PC,sebelum disematkan ke dalam smartphone Android.
    Google menjabarkan aplikasi Android ke dalam empat blok bangunan dasar (tidak semua aplikasi mempunyai keempatnya) yaitu :

    1. Activities
      yaitu ketika sebuah aplikasi memunculkan screen di layar. Sebagai contoh, sebuah aplikasi GPS mempunyai screen peta dasar, screen rencana perjalanan, dan screen rute di atasnya. Ketiga penampakan screen ini disebut activities.

    2. Intents
      yaitu mekanisme perpindahan dari suatu activity ke activity lainnya. Sebagai contoh ketika merencanakan perjalanan pada aplikasi GPS, intent akan menginterpretasi input dan mengaktifkan screen rute di atas screen peta.

    3. Services
      yaitu serupa dengan service di PC dan server, program yang berjalan di belakang layar, tanpa interferensi dari pengguna.

    4. Content Provider
      yaitu mekanisme yang memungkinkan sebuah aplikasi berbagi informasi dengan aplikasi lainnya.


    Fitur-fitur Android

    1. Application framework
      mendukung pemakaian komponen-komponen yang mudah diganti dan digunakan kembali.

    2. Dalvik virtual machine
      dioptimasi untuk piranti mobile

    3. Integrated browser
      dibangun dari engine browser open source WebKit

    4. Optimized graphics
      didukung oleh custom 2D graphics library; 3D graphics dibangun berdasarkan OpenGL ES 1.0 specification (dukungan hardware acceleration optional)

    5. SQLite
      untuk penyimpanan database terstruktur

    6. Media support
      untuk mendukung berbagai audio, video, dan still image formats (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)

    7. GSM Telephony

    8. Bluetooth, EDGE, 3G, and WiFi

    9. Camera, GPS, compass, and accelerometer

    10. Rich development environment
      meliputi device emulator, tools untuk debugging, memory dan performance profiling, dan plugin untuk Eclipse IDE


    Keunggulan Android
    Beberapa keunggulan Android adalah :

    1. Keterbukaan
      Android menyediakan akses ke fungsi dasar perangkat mobile menggunakan standar panggilan ke API.

    2. Penghancuran perbatasan
      Anda dapat menggabungkan informasi dari Internet ke dalam telepon, seperti informasi kontak, atau data pada lokasi geografis untuk mendapatkan kesempatan baru

    3. Kesamaan aplikasi
      untuk Android ada perbedaan antara telepon utama aplikasi dan perangkat lunak lain.anda bahkan dapat mengubah program untuk memutar nomor, atau screen saver.

    4. Cepat dan mudah perkembangan
      dalam SDK memiliki semua yang anda butuhkan untuk membuat dan menjalankan aplikasi Android, termasuk simulator ini instrumen, dan alat debugging maju.





sumber

Apa Sih Android Itu?


Sesuai dengan judul di atas, mungkin yang terbayang di benak anda sama dengan saya di kala setahun lalu. Disini saya mau sharing sedikit info tentang Sistem Operasi (OS) Android. Meskipun posting ini sudah terlambat, saya harap akan memberi pengetahuan kepada anda yang belum sama sekali mengenal Sistem Operasi Android. Sayan pun baru mengenal sistem operasi ini semenjak saya membeli smartphone yang ber-OS Android...(hehe...pamer..).

Baik lah saya mulai dengan definisi Android itu sendiri. Android merupakan Sistem Operasi yang ditanamkan pada telepon seluler atau bisa disebut smartphone (telepon pintar), Android ini berbasiskan OS Linux dan tentu saja open source, artinya menyediakan platform bagi para developer (pengembang) untuk membuat aplikasi baru di Android.


Android ini pada awalnya dikembangkan oleh Android Inc. perusahaan yang didirikan Andy Rubin, namun akhirnya diakuisisi oleh Google. Diperkenalkan kepada publik pada tanggal 5 November 2007 yang bekerja sama dengan Open Handset Alliance. Kemudian dipakai pertama kali di telepon HTC Dream pada 22 Oktober 2008. Sejak saat itu sistem operasi Android mulai berkembang pesat hingga saat ini, hingga mengalahkan Symbian (OS yang lain).

Salah satu unggulan Android adalah adanya market, yang didalamnya terdapat ribuan atau bahkan jutaan aplikasi yang bisa didownload dengan gratis. Anda dapat memilih apapun aplikasi yang anda mau, asalkan ada koneksi internet. Jika anda mempunyai smartphone Android, saya yakin anda akan terus mengunjungi market ini...(^_^).

O iya untuk codename versi-versinya, anda jangan heran karena namanya berasal dari nama makanan dan sesuai dengan urutan abjad. Berikut akan saya berikan informasinya secara singkat,

  • Versi 1.1, versi ini saya belum tahu namanya, tapi yang jelas versi ini dirilis tanggal 9 Maret 2009. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

  • Cupcake/1.5, dirilis pada pertengahan Mei 2009. Ciri khas yang terdapat pada versi ini adalah transisi layar animasi. Selain itu juga memiliki fitur kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon.



  • Donut/1.6, dirilis pada September 2009, pada versi ini pertama kali ditanamkan Android Market, salah satu aplikasi yang menyediakan banyak aplikasi (semacam pasar nya aplikasi). Selain itu fitur proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya.




  • Eclair/2.0 atau 2.1, dirilis pada tanggal 26 Oktober 2009, ciri khas versi ini yaitu Optimalisasi kecepatan hardware. Fitur yang lain adalah perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5.




  • Froyo (Frozen Yoghurt)/2.2, dirilis tanggal 20 Mei 2010. Untuk versi 2.2 dengan nama Froyo ini mempunyai ciri khas Optimalisasi OS secara general.Terdapat juga dukungan Adobe Flash 10.1, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.





  • Gingerbread/2.3, dirilis tanggal 6 Desember 2010 dengan ciri khas pembaruan desain pada user interface. Fitur yang lainnya adalah peningkatan kemampuan permainan (gaming)dan peningkatan fungsi copy paste.




  • Honeycomb/3.0,Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom.





Dengar-dengar versi yang akan datang akan diberi nama Ice Cream yang akan dirilis pada pertengahan tahun 2011. Tunggu saja...hehe...
Yup...itulah sedikit mengenai Android yang bisa saya sharingkan. Kali lain akan saya share kembali yang berhubungan dengan Sistem Operasi Android...(^_^).

Wonderful Indonesia



Berbicara mengenai traveling, rasanya tidak cukup dengan melihat foto tentang obyek wisata atau sekedar medengarkan tentang keindahan tempat-tempat wisata dari orang lain. Bagi anda yang hobi traveling atau berjalan-jalan ria (termasuk saya... :D), tidak usah pergi jauh-jauh hingga ke luar negeri segala. Karena di negara kita pun sudah banyak tempat-tempat wisata yang nggak kalah menarik dibanding di luar negeri.

Dari Sabang sampai Merauke, terdapat ribuan obyek wisata yang bagus-bagus, yang dapat dijadikan tujuan wisata di akhir pekan atau di saat hari libur nasional.

Berikut, akan saya sampaikan beberapa informasi mengenai tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga anda.

  1. Danau Toba, Sumatra Utara


    Apabila Anda berkunjung ke Danau Toba, Anda mungkin heran karena mendapati danau ini lebih mirip lautan dibandingkan danau. Suasana yang adem dan menyegarkan, pemandangan yang indah dan memesona, dengan pegunungan yang mengelilingi daerah ini mungkin akan membuat Anda betah. Pulau Samosir terletak dengan megahnya di tengah-tengah pulau. Di tengah-tengah Samosir, masih ada danau lagi, yang menambah keunikan tempat wisata ini.

    Danau Toba berukuran sekitar 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter. Terletak 906 meter di atas permukaan laut, tempat ini merupakan surga bagi banyak tumbuhan menarik. Beberapa orang yang menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam di wilayah ini berkata bahwa Danau Toba membuat mereka melupakan semua masalah mereka--walaupun untuk sementara.

    Di wilayah Danau Toba umumnya bermukim suku Batak Toba. Danau Toba bisa dijangkau melalui 6 jam perjalanan darat. Sayangnya memang belum ada sarana transportasi lain yang bisa langsung ke Danau Toba.

    info lebih lanjut : www.budpar.go.id

  2. Pantai Senggigi, Lombok


    Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pantai Senggigi dan obyek wisata lainnya di Lombok, dapat mengunjungi situs ini, http://www.lombok-giliislands.com

  3. Gunung Bromo, Jawa Timur

    Taman Nasional Bromo-Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut.

    Pegunungan Bromo-Semeru, merupakan pegunungan yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Kawasan wisata ini menjanjikan sebuah keindahan yang tak bisa anda temui di tempat lain. Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, anda bisa menikmati hamparan lautan pasir seluas 10km persegi, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menembus awan. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya.


    Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa. Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

    untuk info kunjungi : wisatajatim.com atau www.eastjava.com (untuk obyek wisata di jawa timur)

  4. Taman Nasional Laut Karimun Jawa, Jawa Tengah


    Karimunjawa terletak di laut Jawa + 83 km dari kota Jepara menuju arah utara. Obyek ini merupakan kepulauan yang ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut Karimunjawa. Luas daratan 7.120 Ha dengan pulau berjumlah 27 buah, namun yang berpenghuni hanya 5 buah. yaitu Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk dan Genting.



    Dengan hamparan pemandangan di sela-sela pulau, pasir putih yang membentang di sepanjang pantai dengan pohon kelapa. Terdapat 242 jenis ikan hias, serta 133 genera fauna akuatik. Dengan feri KMP Muria, Karimunjawa dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 jam dari dermaga Jepara, dan dengan KMC Kartini 1 dapat ditempuh dalam waktu 3.5 jam dari pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

    untuk info karimun jawa : www.karimunjawa-islands.info atau info untuk obyek wisata jawa tengah : central-java-tourism.com


Karena cukup banyak tempat-tempat wisata di Indonesia, saya rasa cukup beberapa informasi saja yang bisa saya bagi untuk anda...:-). Kalau masih penasaran, silahkan kunjungi situs yang telah saya cantumkan atau bisa juga mencari sendiri di mbah gugel.hehe...

Pokoknya ayo kunjungi tempat wisata di tanah air kita.

Kenali Negerimu, Cintai Negerimu... INDONESIA

TCP/IP

Sejarah TCP/IP

Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.

Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP.. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.

Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar de-facto jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :

  1. Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.
  2. Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.
  3. Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.
  4. TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.


Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP

Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection ( OSI ). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 4 lapisan sbb :

Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :

Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.

Internet Layer (Internetwork) mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:

  1. Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
  2. Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.

Transport Layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi
yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :

  1. Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
  2. Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti.

Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat connection oriented.

Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol. Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.

Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer
Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.

Pengiriman dan Penerimaan Paket Data

Layer-layer dan protokol yang terdapat dalam arsitektur jaringan TCP/IP menggambarkan fungsi-fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer. Setiap lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya. Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di atas. Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah. Data dari user maupun suatu aplikasi dikirimkan ke Lapisan Transport dalam bentuk paket-paket dengan panjang tertentu. Protokol menambahkan sejumlah bit pada setiap paket sebagai header yang berisi informasi mengenai urutan segmentasi untuk menjaga integritas data dan bit-bit pariti untuk deteksi dan koreksi kesalahan.

Dari Lapisan Transport, data yang telah diberi header tersebut diteruskan ke Lapisan Network / Internet. Pada lapisan ini terjadi penambahan header oleh protokol yang berisi informasi alamat tujuan, alamat pengirim dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan routing. Kemudian terjadi pengarahan routing data, yakni ke network dan interface yang mana data akan dikirimkan, jika terdapat lebih dari satu interface pada host. Pada lapisan ini juga dapat terjadi segmentasi data, karena panjang paket yang akan dikirimkan harus disesuaikan dengan kondisi media komunikasi pada network yang akan dilalui. Proses komunikasi data di atas dapat dijelaskan seperti pada gambar berikut ini :

Selanjutnya data menuju Network Access Layer (Data Link) dimana data akan diolah menjadi frame-frame, menambahkan informasi keandalan dan address pada level link. Protokol pada lapisan ini menyiapkan data dalam bentuk yang paling sesuai untuk dikirimkan melalui media komunikasi tertentu.

Terakhir data akan sampai pada Physical Layer yang akan mengirimkan data dalam bentuk besaran-besaran listrik/fisik seperti tegangan, arus, gelombang radio maupun cahaya, sesuai media yang digunakan.

Di bagian penerima, proses pengolahan data mirip seperti di atas hanya dalam urutan yang berlawanan (dari bawqah ke atas). Sinyal yang diterima pada physical layer akan diubah dalam ke dalam data. Protokol akan memeriksa integritasnya dan jika tidak ditemukan error t header yang ditambahkan akan dilepas.

Selanjutnya data diteruskan ke lapisan network. Pada lapisan ini, address tujuan dari paket data yang diterima akan diperiksa. Jika address tujuan merupakan address host yang bersangkutan, maka header lapisan network akan dicopot dan data akan diteruskan ke lapisan yang diatasnya. Namun jika tidak, data akan di forward ke network tujuannya, sesuai dengan informasi routing yang dimiliki.

Pada lapisan Transport, kebenaran data akan diperiksa kembali, menggunakan informasi header yang dikirimkan oleh pengirim. Jika tidak ada
kesalahan, paket-paket data yang diterima akan disusun kembali sesuai urutannya pada saat akan dikirim dan diteruskan ke lapisan aplikasi pada penerima.

Proses yang dilakukan tiap lapisan tersebut dikenal dengan istilah enkapsulasi data. Enkapsulasi ini sifatnya transparan. Maksudnya, suatu lapisan tidak perlu mengetahui ada berapa lapisan yang ada di atasnya maupun di bawahnya. Masing-masing hanya mengerjakan tugasnya. Pada pengirim, tugas ini adalah menerima data dari lapisan diatasnya, mengolah data tersebut sesuai dengan fungsi protokol, menambahkan header protokol dan meneruskan ke lapisan di bawahnya.

Pada penerima, tugas ini adalah menerima data dari lapisan di bawahnya, mengolah data sesuai fungsi protokol, mencopot header protokol tersebut dan meneruskan ke lapisan di atasnya.

Internet Protocol

Internet Protocol (IP) berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. Oleh karena itu Internet Protokol memegang peranan yang sangat penting dari jaringan TCP/IP. Karena semua aplikasi jaringan TCP/IP pasti bertumpu kepada Internet Protocol agar dapat berjalan dengan baik.

IP merupakan protokol pada network layer yang bersifat :

  1. Connectionless, yakni setiap paket data yang dikirim pada suatu saat akan melalui rute secara independen. Paket IP (datagram) akan melalui rute yang ditentukan oleh setiap router yang dilalui oleh datagram tersebut. Hal ini memungkinkan keseluruhan datagram tiba di tempat tujuan dalam urutan yang berbeda karena menempuh rute yang berbeda pula.
  2. Unreliable atau ketidakandalan yakni Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Ia hanya akan melakukan best effort delivery yakni melakukan usaha sebaik-baiknya agar paket yang dikirim tersebut sampai ke tujuan.

Suatu datagram bisa saja tidak sampai dengan selamat ke tujuan karena beberapa hal berikut:

  1. Adanya bit error pada saat pentransmisian datagram pada suatu medium
  2. Router yang dilewati mendiscard datagram karena terjadinya kongesti dan kekurangan ruang memori buffer
  3. Putusnya rute ke tujuan untuk sementara waktu akibat adanya router yang down

Terjadinya kekacauan routing, sehingga datagram mengalami looping.
IP juga didesain untuk dapat melewati berbagai media komunikasi yang memiliki karakteristik dan kecepatan yang berbeda-beda. Pada jaringan Ethernet, panjang satu datagram akan lebih besar dari panjang datagram pada jaringan publik yang menggunakan media jaringan telepon, atau pada jaringan wireless. Perbedaan ini semata-mata untuk mencapai throughput yang baik pada setiap media. Pada umumnya, semakin cepat kemampuan transfer data pada media tersebut, semakin besar panjang datagram maksimum yang digunakan. Akibat dari perbedaan ini, datagram IP dapat mengalami fragmentasi ketika berpindah dari media kecepatan tinggi ke kecepatan rendah (misalnya dari LAN Ethernet 10 Mbps ke leased line menggunakan Point-to-Point Protocol dengan kecepatan 64 kbps). Pada router/host penerima, datagram yang ter-fragmen ini harus disatukan kembali sebelum diteruskan ke router berikutnya, atau ke lapisan transport pada host tujuan. Hal ini menambah waktu pemrosesan pada router dan menyebabkan delay.

Seluruh sifat yang diuraikan pada di atas adalah akibat adanya sisi efisiensi protokol yang dikorbankan sebagai konsekuensi dari keunggulan protokol IP. Keunggulan ini berupa kemampuan menggabungkan berbagai media komunikasi dengan karakteristik yang berbeda-beda, fleksibel dengan perkembangan jaringan, dapat merubah routing secara otomatis jika suatu rute mengalami kegagalan, dsb. Misalnya, untuk dapat merubah routing secara dinamis, dipilih mekanisme routing yang ditentukan oleh kondisi jaringan dan elemen-elemen jaringan (router). Selain itu, proses routing juga harus dilakukan untuk setiap datagram, tidak hanya pada permulaan hubungan. Marilah kita perhatikan struktur header dari protokol IP beserta fungsinya masing-masing.

Setiap protokol memiliki bit-bit ekstra diluar informasi/data yang dibawanya. Selain informasi, bit-bit ini juga berfungsi sebagai alat kontrol. Dari sisi efisiensi, semakin besar jumlah bit ekstra ini, maka semakin kecil efisiensi komunikasi yang berjalan. Sebaliknya semakin kecil jumlah bit ekstra ini, semakin tinggi efisiensi komunikasi yang berjalan. Disinilah dilakukan trade-off antara keandalan datagram dan efisiensi. Sebagai contoh, agar datagram IP dapat menemukan tujuannya, diperlukan informasi tambahan yang harus dicantumkan pada header ini. Struktur header datagram protokol IP dapat dilihat pada gambar berikut.

Dasar Jaringan

Seringkali kita mendengar kata internet, sekilas mungkin kita akan berpikir bahwa yang namanya internet merupakan sebuah jaringan yang sangat besar dan terdiri dari banyak kompuer. Atau bahkan bagi orang yang awam internet sering diartikan sebagai browsing, chatting, dan lain-lain.

Pengertian ini merupakan sebuah pandangan yang kurang benar. Karena sebenarnya internet adalah kumpulan dari jaringan-jaringan kecil dan besar yang saling terhubung secara real-time atau terus menerus di seluruh dunia. Dalam suatu sistem jaringan, dimana seluruh komputer saling berbagi data dan resources satu sama lain sehingga tercapai efisiensi dalam pemanfaatan teknologi, amat dibutuhkan perangkat-perangkat khusus dan instalasi tertentu.

Pada bab ini akan dijelaskan beberapa peralatan yang digunakan dalam sistem jaringan.

Topologi Jaringan

Tujuan dari suatu jaringan adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan atau kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN Topologies.
Terdapat 6 jenis topologi yaitu :

  • Bus
  • Ring
  • Star
  • Mesh
  • Extended Star
  • hierarchical topology

Setiap topologi memuliki karakteristik yang berbeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sebagai berikut :
Jenis-jenis Media yaitu :

  • Twisted Pair
  • Coaxial Cable
  • Optical Cable
  • Wireless

Topologi dibagi menjadi dua jenis yaitu Physical Topology dan Logical Topologi. Dibawah ini adalah jenis-jenis Physical Topologi.

  1. Topologi Bus atau Daisy Chain
    Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

    1. merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
    2. umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
    3. signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
    4. problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.

  2. Topologi Ring
    Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:

    1. lingkaran tertutup yang berisi node-node
    2. sederhana dalam layout
    3. signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
    4. problem: sama dengan topologi bus
    5. biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star

  3. Topolog Star
    Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:

    1. setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
    2. mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
    3. keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu.
    4. dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.

  4. Topologi Extended Star
    Topologi Extended Star merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star yaitu :

    1. setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
    2. Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
    3. keunggulan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus.
    4. tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.

  5. Topologi hierarchical
    Topologi ini biasa disebut sebagai topolodi tree. Dibangun oleh seperti halnya topologi extended star yang dihubungkan melalui sub node dalam satu central node. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.
  6. Topologi Mesh
    MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.

Tipe Jaringan
Dalam jaringan terdapat tiga buah peran yang dijalankan. Yang pertama adalah client. Peran ini hanya sebatas pengguna tetapi tidak menyediakan sumber daya (sharing), informasi, dan lain-lain. Peran kedua adalah sebagai peer, yaitu client yang menyediakan sumber daya untuk dibagi kepada client lain sekaligus memakai sumber daya yang tersedia pada client yang lain (peer to peer). Sedangkan peran yang terakhir adalah sebagai server, yaitu menyediakan sumber daya secara maksimal untuk digunakan oleh client tetapi tidak memakai sumber daya yang disediakan oleh client. Dibawah ini akan dijelaskan jenis-jenis jaringan yang ada.

  1. Jaringan Berbasis Server
    Jaringan berbasis server atau client-server diartikan dengan adanya server didalam sebuah jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut. Jaringan ini terdiri dari banyak client dari satu atau lebih server. Client juga biasa disebut front-end meminta layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer jaringan, sedangkan server yang sering disebut back-end menyampaikan permintaan tersebut ke tujuan yang tepat.

    Pada Windows NT, Windows 2000, dan Windows Server 2003, jaringan berbasis server diorganisasikan di dalam domain-domain. Domain adalah koleksi jaringan dan client yang saling berbagi informasi. Keamanan domain dan perizinan log on dikendalikan oleh server khusus yang disebut domain controlle. Terdapat satu pengendali domain utama atau Primary Domain Controller (PDC) dan beberapa domain controller pendukung atau backup Domain Controller (BDC) yang membantu PDC pada waktu-waktu sibuk atau pada saat PDC tidak berfungsi karena alasan tertentu.

    Primasry Domain Controller juga diterapkan di dalam jaringan yang menggunakan server Linux. Software yang cukup andal menangani masalah ini adalah samba yang sekaligus dapat digunakan sebagai penyedia layanan file dan print yang membuat computer Windows dapat mengakses file-file di mesin Linux dan begitu pula sebaliknya.

    Jaringan berbasis server memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :

    1. Media penyimpanan data yang terpusat memungkinkan semua user menyimpan dan menggunakan data di server dan memberikan kemudahan melakukan back-up data di saat kritis. Pemeliharaan data juga menjadi lebih mudah karena data tidak tersebar di beberapa computer.
    2. Kemampuan server untuk menyatukan media penyimpanan di satu tempat akan menekan biaya pembangunan jaringan. Server yang telah dioptimalkan membuat jaringan berjalan lebih cepat daripada jaringan peer-to-peer. Membebaskan user dari pekerjaan mengelola jaringan.
    3. Kemudahan mengatur jumlah pengguna yang banyak. Kemampuan untuk sharing peralatan mahal seperti printer laser. Mengurangi masalah keamanan karena pengguna harus memasukkan password untuk setiap peralatan jaringan yang akan digunakan.

  2. Jaringan Peer-to-peer
    Setiap computer di dalam jaringan peer mempunyai fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan computer lain yang telah memberi
    izin. Jadi, secara sederhana setiap komputer pada jaringan peer berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Jaringan peer digunakan di sebuah kantor kecil dengan jumlah computer sedikit, dibawah sepuluh workstation.

    Keuntungan menggunakan jaringan peer adalah :

    1. Tidak memerlukan investasi tambahan untuk pembelian hardware dan software server.
    2. Tidak diperlukan seorang network administrator dan setupnya mudah serta meminta biaya yang murah.

    Kerugian menggunakan jaringan peer adalah :

    1. Sharing sumberdaya pada suatu komputer didalam jaringan akan sangat membebani computer tersebut.
    2. Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file-file. User harus menangani komputernya sendiri jika ditemui masalah keamanan sangat lemah.

  3. Jaringan Hybrid
    Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada tiga tipe jaringan di atas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang dishare oleh jaringan peer, sedangkan di waktu bersamaan juga dapat memanfaatkan seumber daya yang disediakan oleh server.
    Keuntungan jaringan hybrid adalah sama dengan keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbasis peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server.


Peralatan Jaringan
Ada beberapa peralatan yang digunakan dalam jaringan, peralatan ini sering digunakan di dalam perkantoran dan perusahan besar. Peralatan ini adalah :

  1. Network Interface Card

    Dalam memilih network interface card, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan. Pertimbangan-pertimbangan ini sangat penting untuk diperhatikan, yaitu :

    1. Tipe jaringan seperti Ethernet LANs, Token Ring, atau Fiber Distributed Data Interface (FDDI).
    2. Tipe Media seperti Twisted Pair, Coaxial, Fiber-Optic, dan Wireless.
    3. Tipe Bus seperti ISA dan PCI.

  2. PCMCIA Network Interface Card
    PCMCIA card adalah card jaringan yang digunakan untuk terhubung kedalam sebuah jaringan tanpa menggunakan kabel.

  3. Modem
    Modem atau Modul the Modulator adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel telepon.

  4. HUB/Switch
    HUB atau Switch digunakan untuk menghubungkan setiap node dalam jaringan LAN. Peralatan ini sering digunakan pada topologi star dan extended star. Perbedaan antara HUB dan Switch adalah kecepatan transfer datanya. Yaitu 10:100 Mbps.

  5. Bridge
    Bridge adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas ata memecah jaringan. Bridge berfungsi untuk menghubungkan dan menggabungkan media jaringan yang tidak sama seperti kabel unshielded twisted pair (UTP) dan kabel fiber-optic, dan untuk menggabungkan arsitektur jaringan yang berbeda seperti Token Ring dan Ethernet. Bridge meregenerate sinyal tetapi tidak melakukan konversi protocol, jadi protocol jaringan yang sama (seperti TCP/IP) harus berjalan kepada kedua segemen jaringan yang terkoneksi ke bridge. Bridge dapat juga mendukung Simple Network Management Protocol (SNMP), serta memiliki kemampuan diagnosa jaringan.

    Bridge hadir dalam tiga tipe dasar yaitu Local, Remote, dan Wireless. Bridge local secara langsung menghubungkan Local Area Network (LAN). Bridge remote yang dapat digunakan untuk membuat sebuah Wide Area Network (WAN) menghubungkan dua atau lebih LAN. Sedangkan wireless bridge dapat digunakan untuk menggabungkan LAN atau menghubungkan mesin-mesin yang jauh ke suatu LAN.

    Bridge beroperasi mengenali alamat MAC address node asal yang mentransmisi data ke jaringan dan secara automatis membangun sebuah table routing internal. Table ini digunakan untuk menentukan ke segmen mana paket akan di route dan menyediakan kemampuan penyaringan (filtering). Setelah mengetahui ke segmen mana suatu paket hendak disampaikan, bridge akan melanjutkan pengiriman paket secara langsung ke segmen tersebut. Jika bride tidak mengenali alamat tujuan paket, maka paket akan di forward ke semua segmen yang terkoneksi kecuali segmen alamat asalanya. Dan jika alamat tujuan berada dalam segmen yang sama dengan alamat asal, bridge akan menolak paket. Bridge juga melanjutkan paket-paket broadcast ke semua segmen kecuali segmen asalnya.

  6. Router
    Router adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas atau memecah jaringan dengan melanjutkan paket-paket dari satu jaringan logika ke jaringan yang lain. Router banyak digunakan di dalam internetwork yang besar menggunakan keluarga protocol TCP/IP dan untuk menghubungkan semua host TCP/IP dan Local Area Network (LAN) ke internet menggunakan dedicated leased line. Saat ini, masih banyak perusahaan menggunakan router Cisco 2500 series untuk mengkoneksikan dua buah LAN (WAN dengan anggota dua LAN), LAN ke ISP (Internet Service Provider). Koneksi seperti ini menyebabkan semua workstation dapat terkoneksi ke internet selama 24 jam.

    Router berisi table-tabel informasi internal yang disebut label routering yang melakukan pencatatan terhadap semua alamat jaringan yang diketahui dan lintasan yang mungkin dilalui. Router membuat jalur paket-paket berdasarkan lintasan yang tersedia dan waktu tempuhnya. Karena menggunakan alamat paket jaringan tujuan, router bekerja hanya jika protocol yang dikonfigurasi adalah protocol yang routetable seperti TCP/IP atau atau IPX/SPX. Ini berbeda dengan bridge yang bersifat protocol independent.

  7. Crimping Tools
    Crimping tools berguna untuk memotong, merapikan dan mengunci kabel UTP dalam melakukan instalasi Networking.